<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6719679367289342383</id><updated>2011-12-09T01:23:48.485+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Cerpen'/><title type='text'>My Own Planet</title><subtitle type='html'>"Just Share What I Feel"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://batoens.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batoens.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Olive Safcha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00926014801997373431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-nCrbBgQCQZw/TuDdOJJlNMI/AAAAAAAAACU/oVNUuLZpITw/s220/gaiiyaa281.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6719679367289342383.post-7752143876611686337</id><published>2011-12-09T00:35:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T01:03:08.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kau dan Dia Aku Cinta</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0CWXojlU9BM/TuD1g_1g9RI/AAAAAAAAAFI/KeIPkxLz_8o/s1600/charming-wedding-bride.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-0CWXojlU9BM/TuD1g_1g9RI/AAAAAAAAAFI/KeIPkxLz_8o/s1600/charming-wedding-bride.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;"&gt;Hari initak sengaja aku bertemu dengannya setelah 10 tahun menghilang tanpa sebab. Diacinta pertamaku, orang yang membuatku tersenyum, tertawa dan menangis dalamsatu waktu. Hampir 17 tahun aku memendam rasa kepadanya, saat dia tauperasaanku entah mengapa dia pergi begitu saja. Akhirnya aku tau mengapa diamenghilang, pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;"Ceria..." Ibumengetuk pintu, membuatku terkejut dan panik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Aku sedang memandangi fotolelaki itu, senyumnya masih sama dengan foto 15 tahun lalu yang ku ambildiam-diam. Langsung ku sembunyikan foto itu di balik bantal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;"Kamu tidur ya?Berkali-kali ibu panggil tak ada jawaban..."&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;"Iya bu." Jawabku berbohong.Sekilas ku lihat benda di tangan ibu. "Apa itu?"&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh ini... Ada beberapa majalahfesyen dari tantemu. Ibu lihat kamu kesulitan memilih model kebayapernikahanmu, jadi kamu bisa melihat beberapa model dari majalah ini. Karena kamusangat lelah, besok saja kita diskusikan. Istirahatlah..." Ibu meletakmajalah di atas meja dan keluar setelah mencium keningku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lelah? Kali ini aku tidakberbohong. Aku benar-benar lelah dengan pergulatan batinku sendiri. Aku membukamajalah itu, membolak balik halamannya tanpa hasrat. Pernikahanku sebentarlagi, mengapa aku malah dijerat dilema seperti ini? Iseng ku buka kotakpenyimpananku, di dalamnya terdapat ratusan surat cinta yang tak pernah kuberikan kepada lelaki itu. Niatnya sih akan ku bakar kotak itu setelah menikah,biar semua perasaan dan kenanganku dengannya lenyap bersama si jago merah. Bukanaku ingin melupakannya (aku tak bisa melupakannya), aku hanya ingin hidupdengan seseorang yang mencintai dan berkorban untukku seperti Yudha. Sejujurnyaaku juga belum bisa 100&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;%mencintai Yudha, 70% isi hatiku masih ditempati lelaki itu. Yudha sudah 3 tahunmenunggu dan berkorban untukku, jadi tak ada alasan untuk menolak lamarannya.Aku yakin suatu hari nanti akan mencintainya sepenuh hati. Walau pun Yudhabukan cinta pertamaku, aku selalu berharap dia lah cinta terakhirku.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Pertama kali bertemu Yudha 3tahun lalu di sebuah pameran lukisan. Sejak saat itu dia selalu mengikutiku dantak pernah menyerah saat dengan tegas aku menolaknya. Yudha pemuda baik, smartdan dewasa, padahal dia lebih muda 3 tahun dariku lhoh. Kedewasaan dankesabarannya telah mencairkan kebekuan hatiku akibat terlalu lama mencintaiorang lain. Baru beberapa bulan ini ada sedikit tempat untuknya, dan sekalilagi aku akan mencoba untuk memperluas tempat itu. Kali ini hanya akan adaYudha, takkan ku biarkan dia berbagi dengan lelaki itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Selama 33 tahun, belum pernahaku melihat ibu tersenyum sebahagia itu. Tangan dan matanya sibuk memilahcontoh undangan yang cocok dengan tema pernikahanku. Ibu pasti sangat senanganak bungsunya yang terlalu lama melajang akan menikah sebentar lagi. Iniadalah hal yang paling dinantikan ibu, sebab tinggal aku anak ibu yang belummenikah. Seharusnya aku sudah punya 2 atau 3 orang anak bila menikah beberapatahun lebih cepat. Aku senang melihat kebahagiaan ibu, namun aku juga gundahgelana oleh dilema ini. Andai saja aku tak bertemu dengan lelaki itu, pastisaat menjelang pernikahan akan ku lalui dengan suka cita. Harusnya akubersenang-senang dan berteriak pada semua orang, "AKU AKANMENIKAH!!!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;2 minggu berlalu. Hari inisaatnya memberi jawaban atas permintaan lelaki itu. Aku benar-benar tak bisamemilih antara dia dan Yudha, karena keduanya aku cinta. Sempat ada sesalmengapa tidak langsung ku tolak permintaan lelaki itu, seharusnya aku katakankenyataan bahwa aku akan menikah. Tapi aku juga tak bisa menolak pesona lelakiitu, aku masih mencintainya walau dia telah dimiliki orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dalam dilema aku teringatpembicaraanku dengan lelaki itu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Menikahlah denganku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku terperanjat mendengarperkataannya. Aku mencari kesungguhan dalam binar mata elangnya. Diabenar-benar serius melamarku. Langsung saja aku salah tingkah, dadaku berdebarkencang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ku mohon, jadilahistriku..." Pintanya lagi, memelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kenapa? Bukankah kau sudahmenikah?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lelaki itu menatapku sayu."Apa kau melihat ada kebahagiaan di wajahku? Sampai detik ini aku takmencintai istriku. Aku tak bisa bertahan bersamanya sementara aku mencintaiwanita lain. Pernikahan ini hanyalah belenggu dari ibuku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Lalu mengapa kaumenikahinya?" Tanyaku yang belum mengerti duduk permasalahan ini. Akuhanya terjebak di antara dia dan istrinya, pikirku mencoba realistis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Apa pernikahan karenapaksaan akan berakhir dengan bahagia? Ku rasa tidak." Lelaki itu bertanyalalu menjawabnya sendiri. "Aku hanya mencintai satu wanita, yaitu kau. Danaku yakin dalam hatimu hanya ada aku, walau sudah 10 tahun kita tak bertemu. Yakan?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dalam hati aku meng'iya'kan.Tapi sekarang bukan hanya dia yang ada di hatiku, lelaki lain bernama Yudha puntertera jelas di sana. "Lalu aku harus bagaimana? Aku bukan tipe wanitayang tega merusak rumah tangga orang lain. Aku tak mau nanti dipersalahkan atasketidak harmonisan kalian. Aku bukan wanita seperti itu..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Aku tak peduli denganpernikahanku saat ini! Aku hanya ingin menikah denganmu. Dari dulu hanya ituinginku, Cuma aku ta pernah punya keberanian untuk menyatakannya, itulahkesalahan terbesarku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku senang dengan perkataanlelali itu, ternyata bukan hanya aku yang mememanda rasa sebab dia pun begitu. "Istrimubagaimana? Apa kau akan meninggalkannya demi aku? Aku tidak tega bila ituterjadi. Dia dan aku sama-sama perempuan, bisa ku rasakan seperti apaterlukanya dia."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lelaki diam, tak lama kemudiandia bicara: "Tetaplah bersamaku meski aku telah ada yang memiliki. Bagikupernikahan kami hanyalah sebuah ikatan dalam kertas, tak ada cinta mau punharapan untuk hidup bersama. Aku memang tak mungkin menceraikannya karena ibupasti menentang keras. Sebaiknya kita menikah siri. Walau jadi yang kedua, kautetap satu-satunya wanita yang ku cintai. Aku berjanji hanya akan mencintaimudan selalu membelamu apa pun yang terjadi." Lelaki itu menggenggamjemariku. Binar matanya menatapku penuh harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Menikah siri dan jadiistri kedua?" Pekikku dalamhati. Sekilas tawarannya sangat menarik. Mimpimenikah dengannya jadi terwujud, tak sia-sia aku berdo'a siang dan malam. Otakdan tubuhku lumpuh beberapa saat, akal sehatku melayang membayangkan pernikahanterindah yang selalu ku nanti. Ya, 17 tahun bukan waktu sebentar untukmenyimpan cinta ini. Aku selalu bilang ke teman-teman tidak akan menikahkecuali dengan lelaki itu. Apakah ini pertanda dia lah jodohku? Aku sangatsenang sampai melupakan pernikahanku yang tak lama lagi dilaksanakan. WajahYudha yang sedang mengucap ijab kabul mengusikku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lelaki itu menyentuh tangankulembut. "Bagaimana Ceria? Maukah kau menjadi istriku?" Diamengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya, sebuah cincin berlian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Ingin mengangguk, tapi tak kulakukan. Entah mengapa akal dan tubuhku tidak bersahabat. Sangat tidak adilbila aku langsung menerima pinangan lelaki beristri itu meski pun akumenginginkannya. Aku harus pikirkan baik-baik karena saat ini statusku adalahcalon istri Yudha. Jika aku membatalkan pernikahan, semua orang akan terlukaapalagi ibu dan Yudha. Dan 1 hal lagi yang menggangguku, menjadi simpanannya?Oke, mungkin bahasa yang dia utarakan adalah menjadi istri kedua. Aku memangsangat mencintainya, namun aku tak mau ada yang terluka. Perempuan mana yangmau di-madu? Meski madu rasanya manis, akan terasa pahit bila harus berbagilelaki tercinta dengan perempuan lain. Maka aku butuh waktu panjang untukmemikirkannya. Akan banyak pihak yang terluka dan kecewa, apa pun keputusankuakan ku tanggung konsekuensinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Tidak mudah menjawabnyadalam waktu sesingkat ini, karena nantinya hubungan kita ada di antara banyakluka. Tolong beri aku waktu 2 minggu untuk menjawabnya. Jujur, tawaranmenikahimu sangat menggoda. Tapi aku tak mau ada yang terluka karenakebahagiaan dan ego kita. Selama 2 minggu ini kita sama-sama berpikir apa yangterbaik buat kita. Aku mohon jangan hubungi aku sampai waktu yang telah kutentukan. Bisa kan?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lelaki itu terdiam, lalumengangguk. "Semoga kabar gembira yang akan kau sampaikan..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tersenyum getir, tak tau berkataapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku mencari sebuah nama dalamponselku, Bayu. Langsung ku hubungi dia, tanganku bergetar begitu juga suaraku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Bay, tolong beri aku waktu3 hari lagi. Maaf, aku belum mampu untuk menjawab pemintaanmu..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lelaki di seberang teleponterpaksa setuju. "Semoga kabar baik yang akan kau katakan..." Katanyadi akhir pembicaraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Sebenarnya aku sudah punyajawaban, aku hanya sedang menunggu sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;3 hari kemudian aku menemui Bayudi sebuah restaurant. Bayu tersenyum manis menyambutku dengan wajah bahagia danfresh, tidak seperti saat terakhir bertemu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ini..." Ku berikansebuah benda berwarna pink, ada pita silver di ujungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Apa ini?" Tanya Bayubingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Aku akan menikah minggudepan. Lelaki itu bernama Yudha, aku mencintainya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Jadi... Kau..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ya! Aku tak bisa menikahdenganmu. Sampai saat ini jujur saja aku masih mencintaimu, namun cinta takharus memiliki bukan? Aku sudah cukup bahagia dengan Yudha, setidaknya aku takpernah menangis karena dia. Sudah cukup bersikap kekanak-kanakan dengan menjagacinta hanya untuk satu orang. Untuk apa terlalu lama terpuruk pada masa lalu.Aku akan hidup dengan masa depanku, yaitu Yudha. Sedangkan kau hanyalah masalaluku, cukup dikenang dan dijadikan sebagai pelajaran. Kembalilah padaistrimu... Aku yakin dia wanita yang tepat untukmu. Selama 10 tahun diabersabar mendampingimu, tidakkah kau punya sedikit belas kasihan padanya?Maafkan aku Bayu... Aku mencintaimu, tapi kita tak bisa bersama. Aku mencintaiYudha dan dia masa depanku. Aku tak berharap kau datang di acara pernikahanku,yang ku harapkan semoga kita hidup bahagia dengan jalan masing-masing. Selamattinggal Bayu..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Langsung ku pacu langkahkumeninggalkan Bayu tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara. Aku takut,semakin lama bersamanya semakin tak kuasa uaku melepas perasaan ini. Air matakubercucuran, biarlah... Ini terakhir kali aku menangis karena Bayu. Sudahsaatnya aku menutup lembaran cerita antara aku dan dia, karena aku akan punyalembar cerita baru bersama Yudha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lega rasanya telah memilih.Ternyata memilih antara 2 orang yang dicintai merupakan dilema besar. Rasatakut untuk menyakiti itu selalu menghantui, namun tetap saja harus memilihkarena tidak mungkin seseorang berada di 2 tempat sekaligus. Seperti berada diujung sebuah jalan, harus memilih ke kanan atau ke kiri. Tak akan mungkin memilihkeduanya, tak akan pernah bisa. Hanya orang tamak yang ingin memiliki dua halyang berlainan arah, suatu hari dia pasti akan kehilangan keduanya dan aku takingin itu terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Terima kasih Bayu. Walau akuterlambat mengetahui ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan, aku takmenyesal. Setidaknya aku pernah merasakan yang namanya gula-gula asmara: jatuhcinta, kecewa dan patah hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Maafkan aku Bayu... Ketika akutak memilihmu bukan berarti aku tak mencintaimu. Manusia hanya akan hidupdengan masa depan, bukan masa lalunya. Semoga kita bahagia dengan masa depankita. Good bye...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6719679367289342383-7752143876611686337?l=batoens.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batoens.blogspot.com/feeds/7752143876611686337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6719679367289342383&amp;postID=7752143876611686337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/7752143876611686337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/7752143876611686337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batoens.blogspot.com/2011/12/kau-dan-dia-aku-cinta.html' title='Kau dan Dia Aku Cinta'/><author><name>Olive Safcha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00926014801997373431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-nCrbBgQCQZw/TuDdOJJlNMI/AAAAAAAAACU/oVNUuLZpITw/s220/gaiiyaa281.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0CWXojlU9BM/TuD1g_1g9RI/AAAAAAAAAFI/KeIPkxLz_8o/s72-c/charming-wedding-bride.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6719679367289342383.post-765965851803635102</id><published>2011-12-09T00:33:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T01:03:39.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cinta tak Pernah Salah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-clf4bmhi3hc/TuD1DVm9ADI/AAAAAAAAAFA/YSx_a1-o0Hg/s1600/ist2_6728775-love-triangle.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-clf4bmhi3hc/TuD1DVm9ADI/AAAAAAAAAFA/YSx_a1-o0Hg/s200/ist2_6728775-love-triangle.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;"&gt;Aku jatuh cinta padanya ketikamata kami bertemu di festival antar sekolah. Wajah putihnya kemerah-merahandisengat sinar matahari siang itu. Kaki jenjangnya tak pernah lelah melangkahmenawarkan sebuah produk buatan sekolahnya. Lesung di kedua pipinya menghiasaisenyuman penuh semangat, membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Sorotmatanya tajam menatapku dengan tatapan jenaka khas anak muda. Aku tercengang,beginikah yang disebut 'fall in love'? Aku benar-benar terlarut dalampesonanya. Dan akhirnya setelah acara usai, aku mendapat sebuah petunjuktentang pemuda itu. Bara, kelas III SMU Taman Bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku mencatat tanggal itu.Pertama kali jatuh cinta pada Bara, 16 April&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;2003&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;. Akan ku kenang seumur hidupku, haridi mana aku menemukan Mr. Right-ku. Sampai saat ini aku masih mengingatsenyuman, tawa bahkan bau tubuhnya. Dan semenjak hari itu aku terus mencari tautentangnya. Apa yang dia suka dan yang tidak, tentang sekolah, teman dankeluarganya. Hobby dan kegiatannya. Yang paling membuatku senang karena diasingle alias belum punya pacar. Horeeeee!!! Dia pasti jodoh yang dikirimkanTuhan untukku. My Bara, I loph yu ful...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ra, ada cowok cakeptuh!" Kata Nadine heboh. Mata dan tangannya menuju ke seorang pemuda diseberang jalan. Sepertinya syndrom 'cowok keren' Nadine kambuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku melihat pemuda itu sekilas,lalu mencibir. Gak banget deh! "Itu yang kamu bilang cakep? Masih cakepanMy Bara dong..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine mendengus. "AlwaysBara. Dari tiga bulan yang lalu, Bara, Bara dan Bara. Bosen! Bahkan orangnyaaja aku gak tau." Protes sahabatku itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tertawa. Dalam hatiku sudahterdetak nama Bara, always Bara!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine mencubit pipi'chubby-ku'. Dia merengut, ngambek deh! "Kapan sih mau ngenalin si Bara keaku? Penasaran banget! Jangan-jangan sebenarnya dia gak ada, cuma cowokkhayalan. Ngaku aja deh..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku mencubit pipi Nadine,hitung-hitung membalas cubitannya tadi. "Enak aja! Aku jumpa dia difestival sekolah, waktu kamu tampil di pentas. Pas aku mau nunjukin ke kamu, ehdia malah udah pergi sama teman-temannya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Jangan-jangan kamu salahorang, mungkin aja yang kamu lihat tuh cowok khayalanmu. Masa tiba-tiba sajacowok yang selama ini kamu impikan, alias cowok idaman dalam angan-anganmumuncul begitu saja. Pasti kamu lagi berkhayal, saking seringnya sehingga kamutak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak nyata. Ayo dong Maura,sadar..." Nadine tak percaya. Dia malah mengguncang bahuku seolah-olah akuputri tidur yang menunggu 'ciuman' dari pangeran tampan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Nadine!" Aku menjitakkepalanya. "Aku yakin banget dia hidup, soalnya aku sempat bersentuhandengannya. Waktu itu dia menawarkan produk minuman dari sekolahnya..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh... Jadi sekarang akumengerti kenapa ada dua kotak minuman ringan di kamarmu..." Nadinememotong perkataanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tersenyum kikuk. Memang akutidak memberitahu Nadine tentang minuman yang sengaja ku beli dari Bara. Akubilang padanya itu produk baru buatan Tanteku yang kebetulan memproduksiminuman kemasan seperti itu. Aku tau sih lama-lama bakal ketahuan, tapi gaknyangka secepat ini. Hm apanya yang cepat? Udah tiga bulan semenjak bertemudengan pemuda idamanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kira-kira apa aku bisamenikah dengannya?" Tanyaku pada Nadine, walau aku yakin tak mungkindijawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine menatapku, seakan-akanaku ini alien nyasar dari planet antah berantah. "Gila! Impianmu kecepatansayang... Masih kelas 1 SMU nih..." Nadine geleng kepala seraya menepukbahuku. "Kenalan secara resmi aja belum, gimana mau nikah???"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tak menggubris Nadine. Tapibibirku langsung manyun, cemberut saking kesalnya karena Nadine menggagalkanimpian menikahku. Hohoho... Walaupun yang dikatakan Nadine&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;100&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;%benar sih...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Udah ah, aku gak mau bahassi Bara."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine langsung bernafas legadengan perkataanku. "Langsung dia berkata, "Sadar juga kalau 'Bara'itu membosankan." Tangannya memberi kode pada kata 'Bara'.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ehem, aku sih gak akanpernah bosan. Cuma aku mau kita langsung bertindak menemui Bara, jangan omdoalias omong doang. Bahasa kerennya, talk less do more..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine mencibir. "Kirain..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku pikir Nadine bakal protes,ternyata dia pasrah dengan semua keputusanku. Good girl...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Akhirnya keesokan hari setelahpulang sekolah aku dan nadine bertandang ke sekolah Bara. Bel pulang berbunyisesampainya kami di sana, para murid pun berhamburan keluar dari gerbangsekolah yang menjulang tinggi. Ketauan deh betapa nakalnya murid sekolah itu,sampai-sampai membangun tembok tinggi yang hampir menyamai tembok besar china.Hm, ini sekolah atau penjara yah??? Aku menepuk jidatku. Kalau ramai beginibagaimana aku bisa bertemu Bara?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Udah deh, hari ini kitalihat saja apa benar Bara siswa di sini. Setelah melihatnya cepat-cepat kamupotret, biar aku tau gimana tampang si Bara-mu itu." Saran Nadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Penasaran juga bu???"Ejekku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Setiap dua kalimat yangkamu ucapku, pasti ada terselip kata Bara. So, wajar dong kalau aku penasaransama cowok tercintamu itu..." Bela Nadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ya...ya...ya..." Akutak mau memperpanjang, nanti buruanku malah kabur lagi. Dia kan gak taubahwasanya ada dua gadis cantik yang sedang mengintainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dari kejauhan radar matakumenangkap sosok Bara. Aku langsung mengguncang bahu nadine dengan semangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ya udah samperin..."Perintah nadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tersenyum. "Gak usahdeh, kapan-kapan aja. Aku foto aja..." Ku ambil camera digital yang selaluku bawa, antisipasi jika penyakit narsis kami kambuh. Langsung ku ambil gambarBara dari kejauhan, syukurlah wajah tampannya terlihat jelas di camera. Saataku menyuruh nadine melihat bara, dia sedang sibuk dengan telepon dariDaddy-nya. Ya sudah lah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Mana si Bara?" TanyaNadine lima menit kemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku memonyongkan bibirku."Udah lewat kalle... Kamu sih asyik teleponan, buruan kita udah pulangtuh."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine kecewa, sedikit tidakpercaya. "Yang benar?" Tanya-nya sangsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Aku punya kok photo-nya..."Cepat-cepat ku tunjukkan gambar Bara, supaya Nadine percaya bahwa Bara-kunyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dia melihat dengan telitiphoto-photo Bara yang ku ambil dari kejauhan, habisnya pas mau ambil dari dekateh tertutupi oleh dua orang temannya yang gendut. Setelah itu dia langsung naikke sebuah mobil mewah berwarna hitam metalic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ohhh..." Nadinememberikan camera padaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Cuma itutanggapanmu?" Aku kecewa karna tak ada sepatah pujian pun dari Nadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine mengangkat bahu."Maura sayang, kamu pulang naik taxi aja yah... Hari ini aku latihankarate, udah telat nih..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku menepuk jidat. "Oh iyayah... Sorry honey, aku lupa hari ini jadwalmu latihan. Ya udah ga papa kok akupulang naik taxi. Makasih yah udah menemaniku mengintai Bara..." Akumemeluk Nadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Setelah cipika cipiki, kamiberpisah ke tujuan masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Sudah hampir seminggu ini sikapNadine berubah. Biasanya dia menungguku setiap hari di gerbang, sebelum dansetelah pulang sekolah. Kalau pagi hari kami tidak bertemu, waktu istirahat diapasti singgah di kelasku yang kebetulan dekat kantin. Pokoknya setiap hari kamibertemu dan bercerita apa saja, walaupun sore atau malamnya kami hang out dansaling berkomunikasi via ponsel atau internet. Tapi mengapa sekarang Nadinesulit sekali dihubungi. Aku telepon tak dijawab, aku sms juga tidak dibalas,begitu juga via facebook dan twitter. Setiap pagi aku menunggunya seperti biasanamun saat bel masuk berbunyi dia tak kunjung datang. Waktu istirahat aku kekelasnya dan dia tidak ada, ku cari ke sekeliling sekolah dia tidak ada. Pulangsekolah aku menunggunya, kata teman-temannya dia sudah pulang terburu-buru danselalu begitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku bingung dengan perubahansikap sahabatku itu. Soalnya semenjak kami kenal tiga tahun lalu, nadine sangatterbuka dan tak pernah mencueki aku seperti ini. Omg... Ada apa dengansahabatku itu???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Maaf Maura sayang,belakangan ini aku sibuk mempersiapkan diri untuk pertandingan karate nasional.Kamu tau kan ini pertandingan perdanaku, dan aku mau kasih suprise kekamu..." Kata nadine di seberang telepon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh begitu... Ngomong donghoney,,, aku pikir kamu marah padaku..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Gak dong Maura sayang...Ya udah deh, aku tutup teleponnya yah. Badanku pegal-pegal nih, mauistirahat..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oke."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Pembicaraan berakhir. Padahalaku masih ingin berbicara dengan nadine, malahan aku belum bertanya kapanpertandingannya. Jujur, aku masih penasaran dengan sikap nadine. Sepertinya adayang dia tutupi dariku. Nada suaranya saat berbicara denganku sangat janggal,seperti orang yang baru beberapa hari kenal. Dalam hati aku masihbertanya-tanya, tapi aku tak ingin mengganggu sahabatku yang sedangberkonsentrasi dengan pertandingannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku memandang wajah bara, lalumengelus pipinya dan terakhir ku cium bibirnya. Oh... Sayangnya bara tak bisamembalas ciumanku karena dia hanya selembar photo yang ku bingkai dalam pigurabergambar naruto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Selamat malam bara-kusayang..." Aku memberi kecupan jauh pada bara yang ada di atas tempattidurku. Kalau nadine melihatnya pasti langsung histeris dan menganggapku gila.Cinta memang gila! Aku mencetak sebuah poster besar dan menempelkannya dilangit-langit tepat di atas tempat tidurku. Dulu sih itu poster naruto,sekarang sudah berganti dengan wajah bara yang tersenyum. Aku mau saat banguntidur, hanya bara yang ku lihat dan ku sapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Sebenarnya sih masih banyakpernak pernik lain yang dulunya bergambar naruto kini berganti dengan wajahbara. "Maaf yah naruto. Kamu cowok impianku juga, tapi tidak nyata.Sedangkan bara, dia itu masa depan, cinta pertama dan terakhirku, dan dia nyata."Cinta... Lagi-lagi cinta...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Sebaiknya kamu lupakanbara!" Itu kata pertama yang terucap oleh nadine setelah hampir tigaminggu tidak bertemu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Keningku berkerut. Ada apa nih?Apa nadine kesal karena aku ber'nyanyi' terus tentang bara, padahal kami sudahlama tidak bertemu. Bahkan aku tidak bertanya bagaimana keadaannya, jugabagaimana persiapan pertandingannya minggu depan. Memang aku salah..."Maaf nadine, gak seharusnya aku bercerita mengenai pembicaraanku denganbara via facebook dan twitter. Harusnya aku tanya kedaanmu. Hm, maaf yahsayang... Bagaimana kabarmu? Pertandingannya minggu depan kan?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine membuang muka."Pokoknya kamu harus melupakan dia!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Keningku semakin berkerut."Lhoh kenapa? Oke aku salah karena membicarakannya di awal pertemuan kita.Aku minta maaf. Yah aku tidak tau harus mengutarakan pada siapa kebahagiaan iniselain padamu. Maafin aku yah..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine menatapku. "Lupakansaja dia!" Katanya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Tapi kenapa?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Dia bukan untukmu!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Sumpah aku gak ngerti maksuducapan nadine. "Kenapa sih? Memangnya kamu kenal dia?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine terdiam. "Gak kenal,tapi temanku mengenalnya. Dia pernah melatih karate di club kami, semua orangtau dia playboy makanya dia dikeluarkan dari club. Pokoknya kamu gak usahberharap apa-apa dari dia."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku menggeleng. Rasanya ada yangterbakar di dalam tubuhku, mungkin hati ini telah tercabik-cabik oleh apiamarah. "Tunggu dulu, itu kan kata teman-temanku. Sebelum kita melihatnyalangsung, aku tidak percaya. Bara itu pemuda yang baik, itu yang aku taumelalui akun facebook-nya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine menghela nafas. "Itudunia maya maura!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Aku gak peduli! Bara gakmungkin begitu. Nanti malam aku akan bertanya padanya secara langsung."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ah terserah kamu!"Nadine meninggalkanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku memejamkan mata. Apa benaryang ku lakukan? Sangat wajar bila nadine mengingatkanku sebagai sahabat. Tapiaku juga tidak bisa melupakan bara sementara aku hanya mendengar kabar darisepihak, itu pun tidak jelas siapa orangnya. Ahhhh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Semenjak hari itu aku tidak lagimembicarakan bara di depan nadine. Padahal aku pengen banget curhat padanyatentang kedekatan kami, walaupun hanya di dunia maya. Namun demi menjagaperasaan nadine, aku tutup mulut dari kata 'bara'.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Memang hubunganku dan nadinesudah membaik, tapi aku tidak bisa memungkiri ada yang berubah dari sosoksahabatku itu. Nadine yang biasanya agak cuek dengan penampilan kini selalumodis dan feminin, sesekali dia memakai riasan di wajah cantiknya. Aku sihtidak protes selama perubahan itu bernilai positif, hanya saja nadine mulaitertutup padaku. Dia tak pernah bercerita tentang cowok-cowok yang dia taksiratau yang mengejarnya. Yang dia ceritakan hanya seputar sekolah dan kegiatanyang tidak penting. Secara sekilas hubungan persahabatan kami tampak baik-baiksaja, padahal sebenarnya ada tembok besar yang membatasi kami, entah apasebutan yang cocok untuk itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku hanya bisa tersenyum danmemaklumi sikap nadine, tak henti-hentinya aku berdo'a supaya hubungan kamibisa seperti dulu. Semoga malaikat mendengar do'aku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Tidak biasanya aku mengizinkanorang lain memasuki kamarku. Kamar adalah satu-satunya tempat privasi buatku,maka hanya keluarga dan nadine yang boleh memasukinya. Namun kali ini aku takenak membiarkan seorang teman menunggu di luar sementara aku mandi. Maka kupersilahkan Citra menungguku di kamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Selesai mandi dan memakai baju,aku mendapati Citra duduk manis di tempat tidur. Tapi matanya tak bisa menolakuntuk menyapu setiap inci kamarku. Citra berdecak kagum saat melihat photo Barayang terpampang besar di langit-langit kamar (aku memang tidak mengindahkanperkataan nadine, toh dia tak pernah protes).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ini pacarmu?" TanyaCitra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku mengangguk. "Gantenggak?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Pilihan gadis sehebat kamuya pasti yang terbaik dong..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tersipu atas pujian Citra.Terpaksa deh aku membohonginya. Bara saja tidak pernah tau perasaanku,boro-boro jadi pacar. Aku tersenyum kecut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Hm, kelihatannyapersahabatanmu dengan nadine cukup dekat yah..." Mata Citra melihatphoto-ku dan nadine yang sedang berangkulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Iya dong..." Jawabkupasti. Walaupun sebenarnya ada keretakan antara aku dan nadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Pacarmu juga pasti akrabdengannya. Bagaimana sih caranya supaya teman dan pacar bisa akur sepertikalian? Soalnya temanku agak kurang suka dengan pacarku..." Entah curhat,entah apa lah. Yang penting aku terkejut dengan perkataan citra. Soalnyasetauku nadine tidak mengenal bara, itu menurut pengakuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Hm... maksud kamu apaya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Lhoh masa kamu gak taukalau nadine dan pacarmu sering jalan bareng? Aku sering melihat mereka. Malahaku pikir itu pacarnya nadine, eh ternyata pacar kamu..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Duaaaarrrrr!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Rasanya ada yang meledak tepatdi gendang telingaku. Gak mungkin nadine dan bara sering bersama sedangkanmereka tidak saling mengenal. Citra pasti salah lihat! Yang bersama nadinepasti bukan bara, begitu pula sebaliknya. Nadine tidak mungkin membohongiku,apalagi merebut bara dariku. Aku terus berprasangka baik pada nadine, walauhati kecilku membenarkan perkataan citra. Nadine tidak akan mengkhianatiku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kamu kenapa ra?"Citra menepuk bahuku. "Wajahmu pucat sekali."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Aku tidak apa-apa."Ucapku seraya tersenyum, namun seperti seringai bagiku. Aku berusaha untuktenang. Walau hatiku sedang bergejolak, aku tak ingin ada orang lain yang taubahkan orang tuaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Citra yang awalnya panik tampaklega melihat perubahan wajahku. "Syukurlah kamu tidak apa-apa. Oh ya, kitapergi sekarang? Takutnya kesorean, nanti macet lagi."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku mengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dalam perjalanan menuju rumahseorang teman, tempat kami mengerjakan tugas kelompok, aku berusahamemberanikan diri bertanya lebih rinci akan informasi dari citra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kamu sering banget lihatmereka bersama? Berapa kali? Di mana?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kenapa ra? Adamasalah?" Citra balik tanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh gak apa-apasih..." Jawabku cepat. "Hanya ingin tau saja..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Citra pun bercerita... Diasering melihat nadine dan bara di cafe milik orang tua citra. Setiap malam bandbara manggung di cafe citra, dan hampir setiap malam sabtu atau minggu nadineada di sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kalau kamu pacarnya bara,kenapa sih gak pernah ikut pacarmu manggung? Kenapa selalu nadine yang di sana?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kamu tau lah nasib anakgadis satu-satunya seperti aku. Sebelum umur 17 aku tidak punya jam malam,syukur masih diizinkan berpacaran. Nadine di sana karena ada pacarnya, yangmain drum..." Aku berbohong dan pastinya ngarang. Apalagi di bagian pacarnadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh begitu yah... Tadi sihaku sempat punya pikiran jelek, aku pikir nadine dan pacarmu selingkuh.Sekarang lagi nge-trend merebut gebetan teman, takutnya itu yang terjadipadamu. Apalagi aku sering melihat mereka jalan berdua bergandengan tangan. Setelahmendengar ceritamu aku jadi lega dan tidak berprasangka buruk ke nadine."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tersenyum. "Makasih yaatas informasinya.,," Ya Tuhan, aku ingin menangis plus teriaksekencang-kencangnya. Gak, itu gak boleh terjadi. Aku gak boleh berburuk sangkadulu pada sahabatku. Sebelum aku yang melihatnya langsung, aku harus buangprasangka ini. Harus! Ku kuatkan hati ini, menjauhi sisi kejahatan yang bisamuncul kapan saja. Lagi-lagi hati kecilku tidak bisa memungkiri kenyataan, adasesuatu antara nadine dan bara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tidak akan bertanya langsungke nadine, itu akan melukai hatinya. Aku juga tidak mau bertanya ke bara,karena aku tidak berhak mencampuri urusan pribadinya. Aku harus mencariinformasi langsung, dengan mataku sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Setelah berpikir panjang, aku memutuskanuntuk datang ke cafe citra pas malam minggu. Dan malam minggu itu adalah malamini, maka di depan cafe itu sekarang kaki-ku berpijak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dengan jantung berdebar-debaraku memasuki cafe yang ramai pengunjung itu. Di atas panggung suara merdu baramembahana, menyihir setiap pengunjung dan aku pastinya. Namun tak ku lihatnadine di sana, padahal hampir tiga jam aku menunggu. Berarti benar dugaanku,nadine tidak punya hubungan apa pun dengan bara. Buktinya dia sedang latihankarate di club-nya. Aku bersyukur dengan fakta yang aku lihat sendiri, nadinedan bara tidak seperti yang ku bayangkan. Terima kasih Tuhan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Bertahun-tahun berlalu, tidakterasa aku sudah berada di penghujung masa SMA. Semua masih sama seperti ceritaterakhirku. Nadine dan aku masih bersahabat, namun tidak sedekat dulu. Mungkinkarena kami sibuk dengan urusan masing-masing. 'Hubunganku' dan bara juga masihseperti dulu, hanya teman dunia maya. Tak ada niat untuk bertemu, apalagimenjurus ke level asmara. Aku memang belum, mungkin tidak akan mengutarakanperasaanku padanya. Apalagi bara itu sangat menutupi percintaannya, yang ku taudia single dan sekarang kuliah di Ausie. Aku tak ingin meminta apa pun daribara, menjadi temannya saja sudah cukup bersyukur. Jika dia menyapaku saat chat,rasanya ingin menari di angkasa raya. Bayangkan jika dia melamarku... Ops!Masih terlalu dini memikirkan pernikahan, walaupun aku ingin menikah dengannya.Hohoho...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Menikah? Mungkin ini refleksakibat berada di rumah sepupuku yang akan menikah besok. Berhubung ini adalahpernikahan perdana cucu oma-ku, maka rumah tante Rossa anak pertama oma yangjuga kakak ibuku jadi ramai bagai pasar malam. Saudara dari luar kota bahkanluar negeri ada di sini, maka otomatis aku harus ada di sini. Aku juga sedang libursetelah ujian akhir nasional. Ya sambil refleshing lah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kak, kamu pernah sekolahdi SMA taman bahagia? Kok aku gak tau..." Tanyaku pada kak Lily, adik kakJasmine yang akan menikah besok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Kak Lily yang sedang menggantibaju tidur mengangguk. Dia melirik agenda di tanganku. "Cuma satu tahun,pas kelas satu. Waktu itu aku gak lulus di sekolah negeri, jadi teman mamamenyarankan untuk masuk ke sekolah swasta dulu. Setelah satu tahun baru akubisa pindah ke sekolah negeri. Memangnya kenapa?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Sebenarnya aku tidak terlalumemperdulikan perkataan kak Lily. Walau rasanya aneh saja harus meninggalkanSMA Unggul itu hanya untuk masuk ke sekolah negeri. Memang dasar keluargaku,apa pun yang terjadi harus sekolah negeri, begitu bekerja pun harus jadipegawai negeri. Tapi bukan itu yang ingin ku bahas, ada hal yang lebih penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Kakak kenal ini?" Akumenunjukkan sebuah photo pemuda berwajah tampan. Walau photo 3x4, aku tetapmengenali si pemilik wajah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh si bara. Kan adanamanya." Jawab kak Lily singkat. "Kenapa? Gebetanmu ya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku menggeleng. "Maksudkusaling kenal, mungkin akrab gitu…"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ya kenal dong... Dia temansekelasku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Masih seringkomunikasi?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Masih. Dia di Ausie kansekarang? Ambil jurusan ekonomi kalau gak salah."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Dia orangnya gimana sihkak? Dengar-dengar playboy ya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Kak Lily tertawa. "Playboy?Mana mungkin. Dia itu cowok paling cool sedunia, hatinya sedingin salju abadi.Cuma satu cewek yang bisa meluluhkan hatinya. Sepertinya sudah cukup lamamereka berpacaran..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Pacaran? Setauku dia gakpunya pacar deh. Itu yang aku tau di akun facebooknya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Lhoh, malahan aku taumelalui facebook. Itu jadi topik hangat kami lhoh... Apalagi dia mau pulang keindo, hanya untuk menghadiri acara wisuda SMA pacarnya. Romantis bangetkan?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Tapi di akunnya gak adatanda-tanda dia berpacaran lhoh kak..." Aku membuka ponselku danmenunjukkan akun milik bara. "Ini kan akunnya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh ini yang lama maurasayang... Dia punya akun baru, bahkan ada photo pacarnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku terkulai lemas, untungsedang duduk. Mungkin aku akan terjatuh jika sedang berdiri. "Kakak kenalpacarnya? Anak mana?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Nah itu yang mau kakaktanyakan ke kamu. Kalau gak salah sih dia anak 25, tamat tahun ini. Kamu SMA 25kan? Kenal sama yang namanya... Hm... Siapa yah? Kalo gak salah namanya sepertimiss atau puteri indonesia deh... Hm... Na... Natali? Eh bukan. Na... Oh ya,nadine rahayu. Kamu kenal gak?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Duaaaaaaaaarrrrrr!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Petir menyambar telingaku,menghancurkan hatikuberkeping-keping. Aku semakin lemas, jantungku berdegupkencang, bibirku kelu. Ternyata hal yang paling aku khuatirkan selama iniakhirnya terjadi, padahal aku sudah menyangkalnya habis-habisan. Sahabat dancinta pertamaku? Tak ku sangka cinta dan persahabatan yang ku agung-agungkanmalah menusukku dari belakang. Malam ini aku pun menangis dalam diamku. Sepertibiasa, aku tak menceritakan pada siapa pun. Semoga hati dan tubuhku masihsanggup menanggung sakit ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Perpisahan sekolah harusnyamenjadi moment yang mengharukan dan berlinang air mata. Mungkin teman-temanmenangis karena perpisahan setelah 3 tahun bersama-sama merasaka pahit manisnyamasa SMA, sedangkan aku menangis karena pengkhianatan dari orang yang palingaku percaya. Yaitu sahabatku sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Cinta tak pernah salah, dan akutak akan menyalahkan cinta. Aku hanya tidak habis pikir mengapa nadine tegamembohongiku selama tiga tahun ini. Jika dia mencintai bara atau punsebaliknya, tidak ada masalah buatku. Malahan aku senang karena dua orang yangaku sayangi bisa bersatu. Jadi mengapa nadine tidak mengatakan yang sebenarnya,dia malah membuatku semakin berharap pada sosok yang tak mungkin aku miliki.Aku benci keadaan ini! Aku benci cinta dan persahabatan. Semuanya bulshit!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku tidak tau siapa duluan yangmengenal bara, aku atau nadine. Seharusnya nadine jujur padaku bila dia jugamenyukai bara, jangan mengkhianatiku dan membuatku mencintai lelaki itu sepertiini. Kalau bara lebih memilih nadine, aku akan mengalah dan menerimanya denganikhlas. Atau bisa saja kami bersaing secara sportif, bukan seperti ini. Akubenci!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Maura..." Nadinememelukku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku mendengus. Apalagi melihatair matanya. Aku tau itu air mata sungguhan, hanya saja aku tak bisa menyangkalpikiran buruk ini. Bagiku semua yang nadine lakukan palsu dan penuh kebohongan.Rasanya sosok gadis di depanku seperti voldemort di serial Harry Potter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Maura sayang, maafin akuya kalau ada salah. Besok aku akan berangkat ke Ausie. Aku mendapat beasiswadari sebuah universitas di sana..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Mataku terbelalak. Pengkhianatanapa lagi ini? Pertama, aku dan nadine sudah berjanji untuk kuliah diUniversitas Indonesia. Kedua, dia pernah bilang gak akan pernah sekolah ke luarnegeri. Ketiga, nadine ke ausie pasti karena bara. Keempat, yang paling fatal,kenapa baru sekarang dia memberitahukan padaku? Apa sebegitu tidak berartinyaaku dan persahabatan ini???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Nadine menggenggam tanganku."Jangan marah ya ra... Aku tau berita ini dua bulan yang lalu. Saat akuingin memberitahukan padamu, aku takut nanti kamu malah kepikiran sedangkankita mau ujian nasional. Lama-lama aku lupa mengabarimu. Bukan aku sengaja ramengabarinya saat aku mau berangkat, aku gak mau kamu sedih atas kepergianku.Aku tau ini berat karena kita gak pernah berpisah selama ini. Aku janji akanmengabarimu setiap hari. Jangan marah ya maura sayang..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku menyeringai dalam hati.Ingin rasanya aku mencabik-cabik wajah munafik nadine yang berlinang air matadi depanku. Aku sangat kecewa padanya! Bukan hanya soal bara, juga soalkeberangkatannya. Tidak menyangka persahabatanku berakhir seperti ini. Ops...Dia bukan sahabatku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Ra, maafin aku ya! Nantimalam aku ke rumah ya, sekalian pamitan dengan keluargamu..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Gak perlu, nanti akusampaikan ke mereka. Pulang dari sini kami langsung berangkat ke rumah oma. Adaacara keluarga..." Aku berbohong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Wajah nadine tampak kecewa."Jadi besok kamu gak bisa mengantarku? Padahal aku berharap ada kamu saataku pergi..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku pura-pura sedih. "Yaapa boleh buat. Habisnya kamu mendadak sih ngabarinnya. Coba kamu beritahulebih awal, pasti akan ku siapkan waktu khusus untukmu." Aku menyindirnya.Aku melihat ponsel, lalu pura-pura panik. "Ya ampun ada 57 misscall dan 22sms! Ayah dan bunda masih sudah lama menungguku. Ya udah nadine, aku pergidulu. Selamat jalan, semoga sukses di sana..." Aku langsung meninggalkannadine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Rupanya nadine mengejar danmemelukku. "Maafkan aku karena baru mengabarimu. Aku tau kamu marah.Sekali lagi maaf. Aku sayang kamu ra..." Dia mengisak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku membisikkan sebuah kalimattepat di telinga nadine. "Semua kesalahan yang kau lakukan di depan matakusudah ku maafkan. Tapi aku tidak akan pernah memaafkan kesalahan yang kauperbuatan di belakangku.” Kataku sinis. Langsung ku tinggalkan nadine yangpastinya terperanjatdan terpana melihatku dengan wajah sendu sok tak berdosaitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Ada dua kemungkinan dari reaksinadine. Dia tidak mengerti akan ucapanku, atau dia tidak menduga aku sudah tauhubungannya dan bara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Saat men-starter mobil, ku lihatbara sedang bersandar di mobil nadine. Hatiku sungguh terluka. Sampai detik inibara tidak tau tentang perasaanku padanya, mungkin dia juga tak tau kalau akubersahabat dengan kekasihnya. Seandainya dia tau pun, aku bisa apa? Toh diasudah memilih nadine. Tinggal aku lah yang merasa tersakiti dan dikhianati olehcintaku sendiri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Orang-orang bilang: exsperienceis the best teacher, pengalaman adalah guru yang paling baik. Dari pengalamankudikhinanati oleh sahabat dan cinta yang tak terbalaskan, aku menjadi sosok yangberbeda. Aku tak pernah mempercayai siapa pun, bahkan kedua orang tuaku. Akujuga tak lagi bisa mencintai siapa pun selain diriku sendiri. Siapa lagi yangakan mencintaiku kalau bukan aku. Orang yang katanya akan mengorbankan hidupnyauntukku pun hanyalah omong kosong, basa basi belaka untuk mencapaikeinginannya. Tak ada seorang pun yang bisa melindungiku selain diriku sendiri,bahkan kedua orang tuaku. Akhirnya aku menjadi gadis yang tertutup pada apapun. Meski banyak teman, tak ada satu pun dari mereka yang menjadi tempatcurahan hatiku.. Kalau ada pemuda yang mencoba mendekatiku, langsung ku tepisdengan tembok china buatan hatiku. Alhasil semuanya menguntungkan dirikusendiri. Masa pendidikan yang harusnya diselesaikan selama 4 tahun kuselesaikan dalam waktu 3 tahun 4 bulan, dengan nilai memuaskan pula. Dan aku punditerima di sebuah perusahaan milik negara. Hm, setidaknya pahit pengkhiatanyang aku terima tiga tahun lalu berbuah manis saat ini. Malah sangat manis...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Dua tahun kemudian...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Lima tahun telah berlalu, lukaitu pun hampir sembuh. Aku berusaha melupakan pengkhianatan nadine, namun akutidak bisa berteman seperti dulu. Makanya setiap dia menghubungiku, tak pernahada balasan. Lalu aku berusaha membunuh semua perasaanku pada bara, hasilnya…nihil! Malah aku semakin mencintai dan hampir selalu memimpikan dia. Akhirnyaaku biarkan saja cinta ini mati, mungkin waktu yang terus berputar akanmembunuh cinta dan kemarahanku. Yang penting aku sudah mengikhlaskan mereka,itu saja sudah cukup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Iya bunda, sepulang darikantor aku akan langsung ke rumah tante rossa..." Aku mengakhirimembicaraan. Bunda sedang mengingatkanku untuk menginap di rumah tante Rossa,soalnya besok kak Lily menikah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Saat menutup pintu, tak sengajakaki-ku menendang sesuatu. Aku langsung memungutnya. Dua buah undangan berwarnaungu. Yang satu untuk ayah dan bunda, yang satunya lagi untukku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Menikah, Nadine Rahayu danBara Prayudha"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku membaca berkali-kali namayang tercetak di undangan itu. Tak ada perubahan sedikit pun, bahkan ketika kubolak balik halamannya. Photo mesra mereka berdua terpampang jelas di mataku.Benar-benar Nadine dan bara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Oh bagus lah... Setidaknyamereka sudah terbuka, tidak bermain kucing-kucingan lagi..." Ucapku dalamhati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku sudah mengikhlaskan nadinedan bara, seperti apa pun kebohongan yang mereka ciptakan. Aku tak berhakmenghujamkan kemarahan pada cinta mereka, karena cinta tak pernah salah. Akujuga tidak perlu mengklarifikasikan masalah ini ke nadine dan bara, fakta yangaku lihat sudah cukup membuktikan seperti apa mereka. Rasanya aku tak perlurepot-repot bertanya untuk sesuatu yang sudah aku ketahui jawabannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Selamat menempuh hidupbaru bara. Semoga kau bahagia dengan cintamu..." Aku tersenyum,mengikhlaskan hatiku yang masih memiliki secuil rasa pada bara. "Ketika akutak bisa memiliki orang yang ku cintai, yang bisa ku lakukan hanya mendo'akankebahagiaannya. Sekali lagi, selamat berbahagia bara. Jaga Nadine baik-baik..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Aku berusaha mengikhlaskan barauntuk nadine. Namun entah mengapa undangan itu tetap berada di tempatnya, tongsampah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;"Selamat tinggal bara.Semoga bahagia dengan pilihanmu…" Semoga tak ada orang lain lagi yangtersakiti karena cinta kalian. Selamanya cinta tak pernah salah, hanya manusiayang memilikinya yang salah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="background: white; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6719679367289342383-765965851803635102?l=batoens.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batoens.blogspot.com/feeds/765965851803635102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6719679367289342383&amp;postID=765965851803635102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/765965851803635102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/765965851803635102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batoens.blogspot.com/2011/12/cinta-tak-pernah-salah.html' title='Cinta tak Pernah Salah'/><author><name>Olive Safcha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00926014801997373431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-nCrbBgQCQZw/TuDdOJJlNMI/AAAAAAAAACU/oVNUuLZpITw/s220/gaiiyaa281.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-clf4bmhi3hc/TuD1DVm9ADI/AAAAAAAAAFA/YSx_a1-o0Hg/s72-c/ist2_6728775-love-triangle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6719679367289342383.post-2782541770717928886</id><published>2011-12-09T00:29:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T01:04:03.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bayu and By You</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9X1AaL0GH1E/TuD0VQk-PzI/AAAAAAAAAE4/qpeZ0MldZKQ/s1600/VqL1ENO9Imw4eyqiaypA4j2eo1_500.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-9X1AaL0GH1E/TuD0VQk-PzI/AAAAAAAAAE4/qpeZ0MldZKQ/s200/VqL1ENO9Imw4eyqiaypA4j2eo1_500.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;Cleo terpana, terpaku dan terkesimamelihat pemuda yang baru saja menolongnya dari ulah nakal para Senior kelas 2.Sebenarnya Cleo yang rada-rada tomboy gak jelas itu hampir saja melawan keempatseniornya yang gak banget itu, tapi berhubung hari ini adalah hari terakhirnyaOSPEK di sekolah barunya, Cleo pun mengurungkan niat gilanya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;“Hm,kamu gak apa-apa khan?” Tanya Pemuda itu seraya memberikan pita warna-warniCleo yang terjatuh. “Selamat datang di dunia biru-putih. Beginilah duniabarumu...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;“IyaBang. Makasih yach udah nolongin aku...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;Pemudaitu mengangguk dan dengan cueknya meninggalkan Cleo yang masih terpana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;“BayuErlangga Junior. Hm, nama yang keren seperti orangnya...” Cleo tersenyumbahagia. Tak sia-sia hari ini dia dikerjai oleh para senior kalau akhirnya bisabertemu dengan Bayu. Hohoho...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Darimana aja? Aku cariin dari tadi.” Melur, sahabat akrab Cleo sejak kecil telahmenunggunya di Aula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleosenyam-senyum. “Ada insiden tadi. Tapi itu gak penting...” Kata Cleo saatmelihat sahabatnya mulai panic. “Yang terpenting adalah... aku ditolong olehseorang pangeran yang aduhai...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmengerutkan kening. “Sumpah! Aku gak ngerti...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenghela nafas. “Gini lhoh fren... tadi aku diusili sama abang-abang kelas.Sempat melawan sih, tapi makin diusili. Aku pasrah aja deh! Eh rupanya datangpangeran tampan yang menolongku, namanya... Bayu Erlangga Junior. Duh...kayaknya aku jatuh cinta...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmencubit pinggang Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Aduh!!!Apaan sich Melur? Sakit tau!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Habisnyakamu aneh! Anak kecil udah cinta-cintaan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lhoh...memangnya gak boleh? Melur sayang... kita ini udah eS eM Pe. Udah gede, bukananak SD lagi...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cleopatrayang manis dan imut... kita baru saja memasuki gerbang eS eM Pe. Itu berarti,kita baru beberapa hari mendapatkan ijazah SD. Jadi kita belum pantas lah untukdekat dengan cinta...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomemonyongkan bibirnya. “Tapi kata kakakku, cinta itu fitrah manusia. Jadi siapasaja bisa jatuh cinta, termasuk anak baru tamat SD seperti kita.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Huh!Terserah dech apa katamu. Yang penting aku gak peduli dan gak campur.” Melurmembereskan barang-barangnya. “Mau nebeng sama aku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maudong!” Cepat-cepat Cleo membereskan barang-barangnya yang sedikit tapi lumayanacak-acakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semenjakkejadian ‘romantis’ tersebut, Cleo selalu memperhatikan dan memikirkan Bayu.Setiap gerak-gerik Bayu tak pernah ada yang luput dari pantauannya. WalaupunMelur tidak mau membantunya, dengan gigih berani Cleo mencari tau tentang Bayu.Inilah efek dari cinta…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yaampun Cle… aku pikir si Bayu itu ganteng dan termasuk ke top ten lah di sekolahkita. Ternyata… biasa aja dan gak terkenal, malah terkesan cupu dengan kacamatabesar plus tebal-nya itu. Ada-ada saja kamu Cle.” Itulah yang dikatakan Melursaat Cleo menunjukkan photo Bayu, sang pujaan hati Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleolangsung mencubit bahu sahabatnya, tanda protes. “Ini khan di photo Melur… kaloaslinya dia cute koq…” Bela Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,aku kenal dengan orang ini. Beberapa kali aku bertemu dia di perpustakaan…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Dialagi ngapain? Hebat khan ada cowok serajin dia…” Cleo memotong perkataansahabatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cleo…dia itu biasa aja, gak ada yang special. Koq bisa sih kamu suka sama orang cupudan freak kayak si Bayu itu???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenatap sahabatnya tak suka. “Jadi menurut kamu orang jelek, cupu dan freak itugak pantas dicintai? Aku tau kamu cantik, tapi bagaimana denganku? Aku hanya siitik buruk rupa yang gak akan mungkin bersanding dengan si angsa berbulu emas.Aku tau diri, makanya aku Cuma jatuh cinta dengan Bayu yang menurutku sudahsangat ‘wah’…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maafinaku Cle. Aku gak bermaksud seperti itu, aku hanya…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gakapa-apa koq, aku maklum. Hm, aku ke kelas duluan yach…” Tanpa menunggu jawabansahabatnya, Cleo langsung beranjak menuju kelasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hari-haripun berganti. Tak terasa kini sudah memasuki semester 2, berarti sudah 6 bulanCleo mengecap pendidikan di bangku SMP.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hai!Kamu Cleopatra khan? Juara I lomba penulisan puisi antar sekolah.” Seoranggadis cantik nan mempesona menyapa Cleo sok ramah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotau siapa gadis yang menyapanya itu. Rachel, cewek paling cantik, palingpintar, paling tajir dan paling TOP di sekolahnya. Cleo pun tersanjung disapaoleh kakak kelasnya itu. “Iya kak.” Jawab Cleo polos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalaubegitu bisa dong kamu bantu aku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bantuapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Seminggulagi ada acara peringatan hari Kartini di alun-alun kota dan aku dipercayauntuk membacakan pusi. Kamu bisa khan buatin aku puisi? Temanya tentangKartini. Nanti aku umumkan kalau itu puisi karya kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hm,gimana yach kak…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tanganlembut Rachel menggenggam tangan Cleo. “Please…” Wajah cantiknya memelas,membuat Cleo enggan menolak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Okedech. Tapi beri aku waktu beberapa hari yach kak untuk menyelesaikannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Racheltersenyum. “Baiklah. Nanti aku hubungin kamu lagi. Thanks.” Rachel mengedipkanmata indahnya dan bergabung dengan teman-teman ‘selevelnya’ yang sudah lamamenunggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotersenyum karena dihampiri oleh orang ‘sekelas’ Rachel. Ingin rasanyamemamerkan keberuntungan itu pada Melur yang pasti sudah kesal menunggu lama diperpustakaan. Tanpa Cleo sadari, ada sepasang mata yang mengawasi dari jauhdekat dan kini pemilik mata itu menghampiri Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cleopatra?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Alangkahterkejutnya Cleo mendapati orang yang sudah beberapa bulan ini dikagumimemasang senyum indah di hadapannya. “I… iya…” Jawab Cleo gugup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamuyang memberiku coklat di hari valentine khan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“I…iya…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayu&amp;nbsp; tersenyum lega. “Aku sudah lama mencari-carikamu, baru hari ini punya kesempatan untuk berbicara langsung.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;WajahCleo merona merah. “Masa sih bang? Duh… jadi malu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamupunya acara nanti sore?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;JantungCleo semakin berdebar. “Hm, sebenarnya sih ada bang…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;WajahBayu Nampak kecewa, membuat Cleo jadi serba salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Tapikalau abang mau ikut sih gak apa-apa.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Memangnyakamu mau ke mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akumau ke beberapa toko buku untuk mencari referensi tentang Kartini. Tadi kakRachel minta tolong dibuatkan puisi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mataelang Bayu langsung berbinar. “Wah, pas banget aku juga mau ke toko buku.Berarti bisa bareng. Hm, ada nomor yang bisa aku hubungi?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hah!Bang Bayu minta nomorku???”. Dalam hati Cleo bergejolak senang. “Tapi teleponrumah bang, soalnya aku belum boleh pakai ponsel…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ow,no problem. Berapa nomornya?” Bayu menyodorkan sebuah buku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dengangemetar, Cleo menuliskan nomor telepon rumahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Nantisore aku telepon yach…” Kata Bayu sebelum meninggalkan Cleo yang semakinberbunga-bunga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Siangitu sepulang sekolah, Cleo langsung menceritakan 2 hal yang membuatnya begitusenang hari ini, Melur pun mendengarkan dengan seksama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Koqada yang aneh yach…” Kata Melur selesainya cerita Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengerutkan kening. “Apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bisa-bisanyakejadian ini berbarengan. Kemudian kenapa tiba-tiba Bang Bayu deketin kamusetelah kamu berbicara dengan Kak Rachel? Ada yang gak beres.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomencibir. “Jangan gitu dong Lur… aku jadi down nich! Harusnya kamu menyemangatiaku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yachmaaf dech… aku hanya ingin membuka mata kamu agar berhati-hati. Takutnya kamuhanya dimanfaatin.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenatap Melur tak suka. “Udah ah! Kalau bicarain Bang Bayu selalu kamumembuatku kesal. Kamu masih lama dijemput? Aku mau tidur-tiduran…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamungusir aku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yagak juga, tapi aku kesal lhoh sama kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Denganemosi Melur membenahi barang-barangnya. “Gak perlu dijemput, aku bisa pulangsendiri koq. Makasih atas tumpangannya!.” Melur meninggalkan sahabatnya dengankesal. “Bisa-bisanya dia mengusirku hanya gara-gara si Bayu yang gak seberapaitu. Huh!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Setelahkepulangan Melur, Cleo langsung membuka lemari pakaian dan memilih baju apayang pantas ia gunakan untuk ‘kencan’ pertamanya. Hati Cleo berbunga-bungaseakan melayang ke langit ketujuh. Cinta oh cinta…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cleo…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“EhBang Bayu! Dari mana Bang?”. Cleo tersenyum malu-malu saat Bayu memandangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Darikelas, mau nyamperin kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotertawa manja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Mauke mana? Kelihatannya terburu-buru?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akumau ke kelasnya Kak Rachel, mau memberikannya puisi yang aku ceritakan kemarin.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;WajahBayu berbinar cerah. “Aku ikut.” Bayu langsung merangkul Cleo yang semakinbergetar terbius oleh cintanya sendiri. “Oia, nanti kenalin aku yach samaRachel…” Pinta Bayu yang langsung disanggupi oleh Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“KakRachel, ini puisinya udah aku buat…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rachelyang sedang latihan dance langsung menghampiri Cleo. “Wah… makasih ya Cle…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Tapikalau gak bagus jangan marah ya kak…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yaampun Cle… udah kamu buatin aja aku udah senang banget. Thanks a lot…” Rachelmemeluk Cleo. “Tapi aku gak bisa lama-lama ngobrolnya, lagi latihan untuk lombadance besok. Maaf yach…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ohgak apa-apa kak. Ya sudah, aku pamit dulu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rachelmelambaikan tangan gemulainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamugimana sich Cle? Katanya mau kenalin aku sama Rachel.” Kata Bayu ketus setelahbeberapa langkah meninggalkan ruangan tempat Rachel latihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maafbang, kak Rachel lagi sibuk jadi…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Harusnyakamu cari celah dong supaya Rachel berkenalan denganku! Kamu ini gimanasich?!!” Suara Bayu naik beberapa oktaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ma…maaf bang. Nanti kalau ada kesempatan, aku pasti memperkenalkan abang ke kakRachel. Maaf banget dech…” Air mata Cleo hampir tumpah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Janji?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Janji.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayutersenyum dan merangkul Cleo. “Gitu doooong…”. Kemudian Bayu langsungmeninggalkan Cleo yang banjir air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sepertibiasa, apapun masalah yang dihadapi oleh Cleo pasti akan dicurahkan pada Meluryang akan selalu menampung walaupun Cleo sering membuatnya sakit hati. Mungkininilah arti sahabat sejati yang sering diagung-agungkan orang. Namun kali iniMelur tidak mau menghakimi Cleo dengan menjelek-jelekkan Bayu. Melur hanyadapat mengelus rambut Cleo seraya mengucapkan beberapa kata yang membuat Cleotersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“MakasihYa Lur, kamu sahabatku yang paling mengerti dan memahamiku.” Cleo memelukMelur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Apapunyang terjadi, kamu harus ingat kalau aku selalu ada dan sayang kamu…” BisikMelur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pagiyang cerah secerah hati Cleo. Burung, rerumputan dan hawa sejuk di pagi inimengiringi langkah bahagia Cleo. Ada apa yach??? Baru kemarin Cleo menangiskarena sang pujaan hati, tapi hari ini Ia tersenyum bahagia. Ternyatapenyebabnya adalah sang pujaan hati itu sendiri. Tadi malam Bayu menghubunginyadan meminta maaf atas kata-katanya siang tadi di sekolah. Mendengar suara Bayuyang penuh rayuan gombal, Cleo yang polos pun langsung memaafkannya. Maka hariini, Bayu berjanji akan menemani Cleo sarapan di kantin sekolah. Cleo pun taksabar menanti kehadiran Bayu di sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hallomanis…” Sapa Bayu di depan gerbang sekolah. “Sudah lama menunggu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenggeleng. Padahal sudah hampir 30 menit dia menunggu, bahkan bel masuk kelassudah 5 menit yang lalu berbunyi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akutelat bangun, jadi telat ke sekolah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotersenyum hambar. “Gak apa-apa bang…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Masukyuk! Nanti kita dihukum karena terlambat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Langkahtak semangat Cleo berjalan di samping Bayu. “Bang…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Nantijadi khan kenalin aku sama Rachel?” Bayu memotong perkataan Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Denganterpaksa Cleo mengangguk. “Aku jalan lewat sini ya bang…” Cleo memutuskan untukmemutar arah menjauhi Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayumengangguk. Ia sudah tak sabar menjabat tangan seorang Rachel tanpamemperdulikan Cleo yang sudah menunggunya lama, bahkan Cleo sangat lemas karenabelum sarapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayusudah menunggu Cleo di depan kelas, padahal bel istirahat belum berbunyi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hm,yang lagi kasmaran… gak sabar untuk bertemu.” Goda Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotersenyum. Padahal dia ingin menjerit dan mengatakan pada Melur kalau Bayubukan tak sabar untuk bertemu dengannya, tapi bertemu dengan Rachel. Semuaditahan oleh Cleo agar nama baik Bayu yang selama ini dia besar-besarkan tidaktercemar di mata sahabatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Udahbel tuh! Langsung tancap gas deh…” Melur menyemangati sahabatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Thanksya Lur…” Dengan langkah beratnya Cleo menghampiri Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lamabanget sih! Kakiku keram nungguin kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maafbang.” Hanya itu yang dapat dikatakan Cleo karena ia tak ingin berdebat denganorang yang dicintainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kitalangsung ke tempat Rachel khan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangguk. Padahal ia berharap Bayu mengajaknya ke kantin untuk melunasijanjinya tadi malam, Cleo sangat lemas karena lapar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Nantikamu bilang kalau puisi Kartini itu aku yang buat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“IyaBang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Teruskamu bilang juga kalau aku ini pandai membuat puisi. Pokoknya yang bagus-bagusdech.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Iya…”Kata Cleo lemah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“ItuRachel! Hm, cantiknya bidadariku…” Bayu menarik tangan Cleo agar berjalan lebihcepat. “Kamu samperin gih si Rachel…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“KakRachel.” Panggil Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“HaiCle! Apa kabar?” Rachel memeluk Cleo. “Makasih lhoh puisinya. Sukses! Semuaorang memuji puisi yang kamu buat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotersenyum paksa. “Nah, yang buat puisi mau kenalan sama kakak. Sekalian mau tautanggapan kakak tentang puisinya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keningmulus Rachel berkerut. “Lhoh, bukannya puisi itu kamu yang buat?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Puisiitu aku yang buat…” Dengan PeDe Bayu menyabotase percakapan. “Aku Bayu, anakkelas II.” Bayu mengulurkan tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rachelmenjabat tangan Bayu dengan enggan. Pengen muntah rasanya melihat wajahberminyak pemuda berkacamata ‘pantat’ botol di depannya. Kalau bukan karenapuisi yang menaikkan point-nya di depan para petinggi Kota Medan, Rachel pastienggan berjabat tangan dengan Bayu yang cupu. “Rachel. Kamu pasti sudah kenal.”Katanya angkuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Siapasich yang gak kenal seorang Rachel. Hm, bagaimana puisi yang aku buat itu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Notbad. Hm, kapan-kapan boleh khan aku minta dibuatin puisi lagi? Soalnya dalambulan ini ada 4 event yang mengharuskanku untuk membaca puisi.” Rachel langsungto the point. Niatnya sudah bulat untuk memanfatkan Bayu yang cupu dankelihatan sangat menyukai Rachel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayutersenyum senang. “Boleh… boleh banget. Kapan mau aku buatkan puisi? Kalauperlu aku akan ajarin kamu tekniknya supaya kamu bisa membuat sendiri puisiyang kamu suka.” Tawar Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Racheltertawa, padahal dalam hati ia mencibir. “Oh boleh juga. Kapan punya waktu?Nanti aku hubungi kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kapanaja boleh koq. Mau nomor ponselku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gakperlu, ntar aku Tanya Cleo. Sekarang aku mau latihan, jadi gak bisa ngomonglama-lama. Udah ya…” Rachel langsung meninggalkan Bayu yang masih terpesona.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayutersenyum, tanpa sadar kalau Cleo berlinang air mata karenanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,tolong buatin aku puisi tentang keindahan alam yach! Besok pagi aku tunggupuisinya di kelasku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Waktumenunjukkan angka 11 saat Bayu menelepon dan memerintah Cleo sesuka hatinya.Ini bukan pertama kalinya Cleo terbangun dan bergadang membuat bermacam-macampuisi perintah Bayu yang pastinya akan diberikan pada Rachel. Cleo inginmenolak setiap perintah Bayu, tapi apalah daya cinta itu terbelenggu untukmenuruti semua permintaan Bayu. Cleo berharap pada suatu hari Bayu akan melihatdan betapa besar samudera cintanya itu. Padahal cinta itulah yang akanmenenggelamkan Cleo di dasar samudera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,ada yang ingin aku bicarakan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleobertanya-tanya dalam hati karena Melur sangat serius. “Kenapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hubungankamu sama Bayu gimana sich?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yagak gimana-gimana, biasa aja. Kenapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamugak pacaran sama dia?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotersenyum. “Belum, tapi sebentar lagi pasti akan pacaran. Kenapa sich?” KataCleo pede.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bayupacaran dengan Rachel.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bakmendengar petir di siang hari, alangkah terkejutnya Cleo mendengar pernyataanMelur. Entah apa yang Cleo rasakan, marah, malu dan kecewa bercampur adukseperti permen nano-nano. Okelah apabila Bayu dan Rachel berpacaran, Cleo sudahmenduga itu pasti akan terjadi satu saat. Tapi kenapa harus Melur yangmemberitahukannya? Mengapa bukan orang lain, Rachel atau&amp;nbsp; bahkan Bayu??? Rasanya seperti ditelanjangitatkala Melur tau yang sebenarnya. Tak terasa air mata Cleo menetes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamugak apa-apa khan Cle?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenghapus air matanya agar Melur tidak khuatir. Namun terlambat karena air mataitu bak waduk bocor yang menumpahkan airnya. Cleo memeluk Melur. “Kamu jangansalah sangka dulu yach Lur. Bang Bayu pacaran sama Kak Rachel itu karena akuyang comblangin, aku hanya menganggap bang Bayu itu sahabat.” Entah apa yangdipikirmakn Cleo, hanya kebohongan itu yang terucap. Padahal baru saja Cleobilang tak lama lagi akan berpacaran dengan Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmemandang sahabatnya, ia tidak mengerti arah pikiran Cleo. “Kamu bohong khanCle?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kapanaku pernah bohong Lur?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmenggeleng. “Semenjak kamu jatuh cinta sama Bayu, setiap kata yang keluar daribibirmu adalah kebohongan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleoterperanjat karena aktingnya tak berhasil. “Maafkan aku Lur, aku salah karenagak pernah dengerin kamu. Aku menyesal…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmemeluk Cleo erat. “Aku selalu ada dan sayang padamu Cle…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;TangisCleo semakin kencang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semenjakkejadian air mata itu, Cleo berusaha untuk melupakan Bayu dan semakinmendekatkan diri dengan sahabatnya. Dan tak terasa hari-hari pun terlewatitanpa ada nama Bayu di hidup Cleo. Hari ini murid kelas 3 akan melaksanakanperpisahan untuk beranjak ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu bangku SMA.Harusnya moment perpisahan ini adalah moment bagus bagi Cleo untuk mendapatkanBayu kembali. Apalagi sebuah kejadian dasyat terjadi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Saatitu Rachel yang memperoleh nilai tertinggi naik ke podium untuk mengucapkanbeberapa patah kata perpisahan. Bayu menatap dan bersorak bangga untukkekasihnya. Namun itulah terakhir kali Bayu bisa berbahagia karena beberapamenit kemudian Rachel dengan kejamnya MEMUTUSKAN Bayu di depan semua tamu acaraperpisahan. Ternyata selama ini Rachel hanya memanfaatkan keluguan Bayu untukmendongkrak popularitasnya sebagai pembaca puisi yang terkenal. Semenjak saatitu Cleo tak pernah melihat Bayu hadir di sekolah. Rupanya Bayu hijrah keSingapore mengikuti ayahnya yang baru saja bercerai dengan sang ibu. Setelahkejadian itu, Cleo memang benar-benar menghapus Bayu dalam kata-katanya. Tapinama itu tetap tersimpan di hati dan terlukis di diary Pink milik Cleo. Bahkanketika bibir Cleo mengucap kata cinta pada orang lain, hati Cleo masih milikBayu walau mungkin Bayu tak mengingatnya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bertahun-tahunkemudian…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Setelahmenyelesaikan pendidikan SMA, Cleo dan Melur hijrah ke Jakarta karena merekamendapatkan beasiswa dari sebuah Universitas Negeri paling bergengsi di IbukotaNegara tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;WalaupunCleo dan Melur yang berbeda Fakultas itu sangat sibuk dengan aktivitas merekamasing-masing, kedua sahabat itu selalu punya waktu untuk berkumpul danbercerita tentang aktivitas baru sebagai seorang mahasiswi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,kamu di mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lagidi jalan menuju rumah tantemu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cepetandong…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Iyabawel! Sabaran dikit napa? Aku tau kamu kangen tapi…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tut…tut…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotertawa karena sudah berhasil membuat sahabatnya kesal sampai memutuskantelepon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Assalamu’alaikum…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Wa’alaikumsalam. Siapa Lo?” Seorang pemuda membuka pintu rumah dan bertanya kasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotercengang. “Siapa neih anak? Gak sopan amat.” Ucapnya dalam hati. “Permisimas, Melurnya ada?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lopikir ini toko bunga?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hah?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Apaan?Kurang jelas apa kata-kata gue? Ini bukan toko bunga, jadi gak ada Melur.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gila!”Akhirnya keluar juga makian dari bibir Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalomau ke RSJ bukan di sini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleosemakin heran, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Kamu siapa sich?Aku mau cari Melur, bukan toko bunga atau RSJ.” Intonasi suara Cleo semakinnaik. Siang-siang bikin gondok!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gueyang punya rumah. Lo siapa? Mau minta sumbangan ya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hah???Emang tampangku mirip pengemis apa?!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pemudaitu tertawa. “Kurang lebih gitu dech…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ihh!Kamu siapa sich? Pembokat baru ya makanya gak sopan sama tamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gueyang punya rumah. Mau liat KK? Tunggu di situ biar gue ambil.” Pemudamenyebalkan itu berbalik. “Ingat tunggu di situ, jangan bergerak setengahlangkah pun.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleosemakin kesal dan langsung menghubungi Melur. “Kamu di mana? Ada orang gila dirumah tante kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurlangsung menghampiri Cleo dengan khuatir. “Mana orang gilanya Cle? Kamu gak apa-apakhan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pumudayang membuat Cleo kesal itu datang dengan sehelai kartu di tangannya. “Imel,kamu ngapain dekat-dekat sama orang aneh itu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dikatakanorang aneh, Cleo langsung baik darah. “Enak aja! Kamu tu yang aneh. Nyebelinbanget sih!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hello…jangan bertengkar dong. Mas, ini Cleo sahabatku yang sering aku ceritakan itulhoh...” Melur menarik tangan Cleo. “Ini sepupuku, Iura. Anak bungsu tante yangkuliah di Ausie, baru pulang beberapa hari yang lalu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengerutkan keningnya. “Anak tante? Gak mirip!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lojuga gak seperti yang diceritakan Imel. Kata Imel Cleo itu anaknya manis,lembut dan ramah. Ternyata jauh banget dari cerita.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Whateverlah! Masuk yuk Lur, aku liat sepupu kamu jadi naek darah. Mana panas lagiudaranya...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurtersenyum. “Ya udah, kamu naik duluan yach… aku mau ambil jus dulu.” SetelahCleo naik ke atas, Melur mendekati sepupunya. “Kalau suka bilang aja, gak perlupakai bertengkar.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuratertawa, terdengar aneh di telinga Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Resekbanget sich sepupu kamu itu.” Cleo menggerutu. “Hampir aja aku keluarin jurussilatku.” Tambahnya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurtertawa. “Mentang-mentang udah ‘ban’ hitam, dikit-dikit main hajar…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Habisnyaaku kesal banget Lur. Mana panas banget, macet lagi, eh sampe di rumah adaorang stress. Btw nama kamu koq bisa berubah jadi Imel sih?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Itupanggilan kesayangan Mas Iura, Cuma dia yang boleh panggil Imel.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Owpantesan dulu kamu mutusin si Vino gara-gara dia panggil kamu Imel…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Duh,jangan bahas masa lalu dech!” Melur merengut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Iya…iya… sorry…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cumabercanda koq!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Langsungsaja tangan Cleo mengambil bantal terdekat dan menimpuk sahabatnya itu dengangarang. Maka seperti jaman kanak-kanak bertahun-tahun silam, perang bantal pun dimulai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mentarimulai menampakkan ‘keangkuhannya’ menyinari bumi dengan panasnya yang garang.Debu-debu pun ikut-ikutan menampakkan kekuasaannya dengan menyelelimuti seluruhjalanan. Hm, andai bukan musim midtest, ingin rasanya Cleo berendam di kamar mandisambil mendengarkan music mellow kesukaannya. Namun sekarang, di sini lah Cleobukan di kamarnya &amp;nbsp;apalagi berendam dikamar mandi. Cleo melangkah keluar dari gedung Fakultasnya. Pukul 17.00,ternyata matahari masih garang dan belum hendak berganti tahta dengan rembulan.Cleo pun menghela nafas berat seraya mengipasi badannya yang gerah dan panas.Lagi panas-panasan gini, ada saja yang membuat kepalanya tambah panas. Siapalagi kalau bukan Iura yang selalu saja mengusilinya. Kali ini Iura sengajamenekan klekson mobil sampai gelendang telinga Cleo serasa mau pecah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Resekbanget sich ne orang!” Cleo menghampiri mobil Honda jazz berwarna hitam yangparkir tak jauh dari tempatnya duduk. “Woiiiii!!!” Cleo menggedor kaca jendela mobiltersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kacamobil diturunkan, seraut wajah tampan tapi menyebalkan menyembul dari dalammobil. “Hati-hati bu, mobilnya dibeli pake duit bukan pake daun.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Iura!Kamu… ya ampun…” Cleo kehilangan kata-kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kenapa?Lo terkesima dengan ketampanan gue?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Amit-amitdech! Bisa gak sih kamu itu sehari saja gak menggangguku? Kenapa di mana-manaselalu ada kamu? Jangan-jangan kamu sakit jiwa ya?&amp;nbsp; Ngikutin aku tiap hari!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuratertawa terbahak-bahak. “GR! Aku ke sini mau jemput Imel koq.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Oia?Hari ini Imel kamu itu gak ke kampus, dia khan lagi sakit bulanan. Masa gaktau?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuragelagapan. “Hah? Masa sih? Tapi tadi dia sms gue suruh jemput.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bo’ong.Sebenarnya ngapain kamu ke sini?” Tanya Cleo serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yamau jemput Imel.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sumpah?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Iya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Manatangan kamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Untukapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalokamu bohong aku gigit.” Cleo menarik tangan Iura dengan paksa. “Jujur. Ngapainkamu ke sini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maujemput… au! Sakit!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotertawa, apalagi melihat cap ‘giginya’ ada di tangan Iura yang kekar. “Rasain.Makanya jangan resek sama aku.” Cleo meninggalkan Iura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Eh…eh… mau ke mana?” Iura menjalankan mobilnya mengikuti Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Pulang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ke?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kuburan.Ikut?” Tanya Cleo ketus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Temannyakunti dong.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yupz!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gueantar ya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenghentikan langkahnya, memandang Iura dengan muka manis campur masam.“Makasih…” Katanya sok manis. “Tapi aku gak butuh bantuan kamu.” Katanya masam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuramenelan ludah. “Udah malem lhoh, ntar kamu diapa-apain preman yang suka mangkaldi ujung jalan ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Udahbiasa… aduh…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuralangsung menghentikan mobilnya dan menghampiri Cleo yang mengaduh kesakitan.“Kenapa Cle? Ya ampun…” Iura berlari ke mobil dan mengambil seperangkat kotakP3K. “Makanya jangan suka pake sandal jepit kalau berpergian, kaki lo gak savejadinya…” Dengan telaten Iura membersihkan darah yang menyucur dari telapakkaki Cleo, kemudian Ia membubuhi obat merah dan memasang kain kassa sebagaiperban. “Selesai.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomemandang Iura dengan takjub, ada secercah rasa berbeda di relung hati yanglangsung ditepisnya. “Makasih ya…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yupz!Jadi bagaimana? Aku antar?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenggeleng. “Gak usah, aku bisa pulang sendiri koq.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamuyakin?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangguk. “Makasih udah keluarin paku dan bersihin lukaku…” Cleo hendakberdiri namun terjatuh lagi karena ternyata kakinya masih sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuralangsung merangkul Cleo dan membawanya ke mobil. “Benar kata Imel, kamu itukeras kepala. Sepertinya lukamu itu dalam, aku takut terjadi infeksi. Lebihbaik aku bawa kamu ke RS terdekat…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mautak mau Cleo pun menuruti perkataan Iura, rasa sakit di kakinya memang menjalarsampai ke seleuruh tubuh. Alhasil malam itu Cleo harus menjalani operasi keciluntuk mengeluarkan karat dari paku yang menusuk telapak kakinya itu. Apalagiternyata trombosit Cleo rendah, sehingga penyembuhan lukanya lama danujung-ujungnya harus opname di rumah sakit sampai luka sembuh dan tombositnyanormal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gimanakeadaan kamu Cle?” Tanya Iura keesokan harinya. Sepertinya Iura tidak tidurkarena menjaga Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Baik.”Jawab Cleo lemah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmemandangi Iura dan Cleo bergantian. “Kamu?” Tanyanya pada Iura. “Sejak kapan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuragelagapan. “Kamu? Memangnya kapan gue sebut kamu?” Tanya Iura balik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmencibir. “Ya udah kalau gak mau ngaku…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,lo mau makan apa? Bubur atau roti?” Iura mengalihkan pembicaraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melursemakin yakin kalau ada ‘sesuatu’ antara sepupu dan sahabatnya itu. “Ehem…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lur,kamu gak beritahu papa dan mama khan?” Tanya Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmenepuk jidatnya, Ia meringis. “Maaf Cle, tadi malam aku panik banget jadi yaaku hubungin deh papa dan mama kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenarik nafas panjang, Ia pun tersenyum. “Gak apa-apa koq Lur, aku malahbersyukur karena akhirnya ada alasan yang membuat mama dan papa berkunjung keJakarta.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Dasarmanja!” Ejek Iura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleolangsung melotot dan bersiap-siap untuk perang. Tapi seperti biasa ada Meluryang menengahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3hari kemudian…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleo,Melur dan Iura menjemput papa dan mama Cleo di Bandara InternasionalSoekarno-Hatta. Sebenarnya mama dan papa ingin berangkat pas malam operasinyaCleo, namun tidak ada tiket sampai 3 hari kemudian. Maka Cleo pun yang sudahsehat menjemput kedua orang tuanya di Bandara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yaela… udah buru-buru nyampe sini eh pesawatnya terlambat, 2 jam pula tuh.” KeluhCleo saat melihat pengumuman bahwasanya pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanyaitu terlambat. “Delay lagi… delay lagi…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Berartibelum berangkat dong…” Kata Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangguk sambil merengut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yaudah deh, lebih baik kita jalan-jalan sekitar Bandara. Hm, kita ke terminalluar negeri aja, gue dengar si Miyabi sampai ke Indo hari ini.” Usul Iura yanganeh terpaksa diikuti Cleo dan Melur. Habisnya maksa sih…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lur,kayaknya ada artis dech! Rame wartawan di sana…” Cleo mengarahkan tangannya padakerumunan orang, rata-rata membawa kamera dan recorder.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Benarnih feeling gue, ada Miyabi. Asiiiikkkk…” Iuga langsung mendekati kerumunanwartawan. “Ada apa mas? Miyabi ya?” Tanyanya sok ramah pada seorang wartawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bukanmas, ada model terkenal Singapore pulang kampung. Aslinya sih orang Indonesiatapi terkenal di sana. Dengar-dengar sih mau merambah ke dunia acting di sini.”Jawab si wartawan panjang lebar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iugamanggut-manggut. “Makasih ya Mas.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Apaantu rame-rame?” Tanya Cleo ke Iura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Modelterkenal Singapore pulang kampung. Biasa lah dunia intertain kita sukanga-dopsi artis luar negeri, paling-paling tuh orang tuh gak laku lagi dinegaranya. Alasan pulang kampung! Payah nih bangsa kita, Cuma modal tampangdoang.” Jawab Iura panjang lebar, kesannya kok malah curhat ya? “Gue kirain siMiyabi…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tanpasadar Cleo menjitak kepala Iura sampai pemuda itu mengaduh kesakitan. “Pikiranudah berpolusi, harus segera dibersihkan. Yang dipikirin cowok Cuma Miyabi.Huh!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuratertawa. “Cemburu atau jealous nih?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cuih…amit-amit dech!” Cleo pura-pura meludah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Biasaaja lagi, khan cuma tanya bukan minta.” Kata Iura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PipiCleo bersemu merah, apalagi Melur menatapnya dengan tatapan yang menyelidik.Cleo pun segera meninggalkan Melur dan Iura yang mulai berbisik. Iseng-isengCleo mendekati kerumunan wartawan, saat itu seorang pemuda atletis, tampannamun berwajah angkuh berjalan melewatinya. Jantung Cleo langsung berdetakkencang, sampai-sampai nafasnya ketinggalan untuk mengikuti detak jantungnya.Cleo kenal bahkan sangat kenal siapa pemuda yang berjarak 1 meter darinya itu.Walaupun pemuda itu sudah berubah 180 derejat, tapi Cleo masih merasakangetaran-getaran yang sudah bertahun-tahun Ia pendam. Getaran itu kini bangkitlagi seperti mummy yang ingin mencari pasangan hidupnya. Tanpa sadar Cleo menyerukansebuah nama yang membuat semua orang yang mencoba mewawancarai pemuda ituterkejut, termasuk &amp;nbsp;pemuda itu sendiri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bayu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pemudaitu menghentikan langkahnya saat mendengar ada seorang gadis menyerukan denganlantang sebuah nama yang selama ini tak ada yang tau. Pemuda tampan itumenghampiri Cleo. “Apa aku pernah mengenalmu? Tak ada yang pernah tau nama itu.”Pemuda iu mengamati wajah Cleo dengan seksama, tak ada ruas yang terlewatkan.“Jangan-jangan kamu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenatap pemuda di hadapannya. “Aku bukan siapa-siapa.” Cleo berlari melewatikerumunan orang. “Kita pulang sekarang!” Katanya tegas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurdan Iura mengikuti Cleo tanpa suara. Cleo pun menangis tersedu-sedu di dalammobil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“KenapaCle? Apa ada yang menyakitimu di bandara tadi? Siapa orannya? Bilang padaku.”Tanya Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;IsakCleo semakin keras. “Dia memang sangat berubah, tapi aku masih mengenali matadan suaranya. Aku sangat mengenalinya Lur…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“SiapaCle?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bayu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Apa?Kamu jumpa dia di mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“ModelSingapore itu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gakmungkin si Bayu yang cupu bisa jadi model terkenal. Kamu pasti salah orang Cle,pasti bukan dia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gakmungkin karena dia itu jelek dan culun? Sampai kapan kamu menilai dia sepertiitu? Wajah dan penampilan bisa berubah dalam sehari Melur. Kamu lupa sepertiapa jeleknya aku waktu kecil dulu? Setelah bertahun-tahun semua akan berubah,tapi hanya satu yang tidak bisa berubah… hati ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmenatap Cleo marah. “Jadi kamu masih memendam rasa pada si bodoh itu?!! Yaampun Cleo! Selama ini ak piker kamu sidah melupakannya, ternyata…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maafinaku Lur, aku udah bohongin kamu. Jujur aku gak bisa melupakannya, bahkansemakin aku berusaha rasa itu semakin menjadi-jadi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmenggeleng-gelekkan kepalanya. “Aku pikir aku sudah merubahmu secara total,ternyata ada satu hal yang belum berubah dan itu akan berakibat fatal buatmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomemeluk Melur. “Maafkan aku Lur. Maaf. Maaf. Maaf. Aku terpaksa bohongin kamuagar kamu gak mengkhuatirkanku. Aku gak mau kamu memikirkan kebodohanku ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;“Cleo…” Melur memegang bahu Cleo. “Tatapmataku. Sampai kapan kamu sanggup menyimpan perasaan tu? Okelah dulu kamuberpikir tidak akan pernah berjumpa lagi dengan Bayu. Nah sekarang Bayu ada diJakarta, mungkin saja dia tinggal dekat kampus atau kontrakanmu. Lalu bilakalian bertemu, apa yang akan kamu lakukan? Parahnya lagi, apa yang kamuharapkan? Menjadi kekasihnya seperti dulu? Sama saja kamu mengulang kebodohanyang sama.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akugak tau…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmemeluk Cleo. “Oh Cleo…” Melur pun ikut menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bukanhanya kedua bersahabat itu yang menangis, ada hati yang menangis dan terlukadalam diamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sementaraitu di sebuah apartemen mewah di pusat Kota Jakarta…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seorangpemuda tampan sedang mencari-cari sesuatu di kotak usangnya, sehelai photo.“Ternyata&amp;nbsp; kamu benar-benar Cleo. Kamumemang sudah berubah dari seorang gadis kecil yang polos menjadi gadis cantikdan menarik. Semua memang berubah kecuali tatapan mata penuh cinta yang selaluku tepis.” Bayu menghela nafas berat. Ia menatap nanar sehelai photobergambarkan dirinya yang sedang merangkul Cleo. Itu satu-satunya photo yangbisa mengingatkannya pada keluguan seorang Cleo, karena setelah photo itudicetak Ia benar-benar meninggalkan Cleo dan larut dalam pesona Rachel yangmalah mencampakkannya. “Tatapan cinta itu masih sama seperti dulu, masihuntukku.” Bayu tersenyum misterius. Lalu ponselnya bordering, tak lama kemudianponsel itu hancur berantakan. Sepertinya sang empunya marah besar pada si penelepon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gueudah jumpa dengan Bayu.” Kata Iura pada Melur saat sarapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Masnyari si dia? Untuk apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“UntukCleo. Lagipula gue gak mencarinya, dia datang sendiri ke studio. Manajemenpakai dia jadi model video klip band gue.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kokkalian setuju sih? Enak banget si kunyuk itu, baru nongol udah dipake! Aku gakrela kalau dia bahagia di atas penderitaan Cleo.” Melur menyudahi sarapannya.“Di mana bisa menjumpai dia? Aku mau menghantamkan wajah sok gantengnya, terusaku ludahin sepuas-puasnya. Bertahun-tahun aku menunggu untuk membalas semuasakit hati Cleo.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iuramenyentuh pundak Melur. “Mel, jangan berpikir akan kesakitan Cleo tapiberpikirlah akan kebahagiaan Cleo apabila bisa bersama dengan orang yangdicintainya. Cleo akan semakin sakit kalau Lo menghalangi mereka…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Mas,aku gak rela si Kunyuk itu nyakitin Cleo lagi!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Tapibagaimana dengan Cleo Mel? Tidakkah Lo lihat bagaimana bahagianya dia saatberjumpa dengan Bayu? Air mata itu hanya sandiwara karena di dalam lubukhatinya dia sangat ingin berjumpa dengan Bayu. Kalau gue jadi Lo, gue akanlakukan apa saja untuk membuat orang yang gue sayangi bahagia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akutau mas, kamu benar-benar sayang sama Cleo. Yah walaupun si bodoh itu pura-puragak merasa, tapi sebenarnya dia suka juga sama kamu tapi gara-gara kedatangansi Bayu semua jadi berantakan. Dasar Bayu biang kerok!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Dangue akan lakukan apa saja untuk membuatnya bahagia, walaupun gue sakit.” Iuramelanjutkan kata-katanya tanpa mempedulikan kata-kata Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurterdiam. “Okelah kalau begitu. Yang penting Cleo bahagia aja dech…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,lo bilang pengen maen ke studio gue khan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangguk. “Tapi Melur harus ikut.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Emangnyasiapa yang ngajak Lo?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomerengut. Ia tertawa malu karena udah GR. “Gak ngajak yach? Habisnya Mas Iuraudah janji khan mau ngajak aku dan Melur akhir bulan ini. Yach kirain maungajak…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hm,berhubung Lo udah belajar sopan santun dengan manggil ‘mas’ maka gue berubahpikiran untuk ngajak Lo…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hore!!!”Cleo langsung memeluk Iura. “Ops… sorry mas. Kelepasan…” Wajahnya bersemumerah. Entah mengapa sejak peristiwa masuk RS itu selalu ada getaran setiapkali Cleo berbicara dengan Iura. Tapi getaran itu selalu ditepisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sering-seringaja Cle, rezeki nomplok… plok… plok…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semakinmalu rasanya, Cleo mencubit pinggang Iura yang langsung terdiam dari tawanya.“Jadi pergi?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Jadidong…” Iura menggandeng Cleo di tangan kanannya dan Melur di tangan kirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lur,koq diem aja? Gak suka ya diajak ke studio Mas Iura? Kita khan bisa huntingcowok cakep Lur, udah lama nih gak hunting…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurtersenyum, terpaksa. “Aduh Clo… kok ngebocorin rahasia sacral kita sih???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sorrydeh. Tapi kayaknya kegiatan kita gak jauh beda dengan mas Iura, paling bedanyamas Iura suka hunting cewek kayak Miyabi. Iya khan Mas?” Cleo mengedipkanmatanya pada Iura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Enakaja!” Iura menjitak kepala Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleo,Melur dan Iura menapaki sebuah bangunan modern, di tingkat 6 lift yang merekatumpangi berhenti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Welcometo the jungle…” Iura memamerkan studio manajemen band-nya dengan bangga. Namunhanya diberi cibiran oleh Cleo dan sedikit pujian oleh Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamujalan duluan deh Cle, aku mau ke toilet dulu…” Melur menarik Iura untuk berbicarasejenak. “Aku khuatir Cleo belum siap bertemu si Bayu. Takutnya malah semakinsakit kalau dipertemukan secepat ini. Beberapa hari ini aku sering menyinggungtentang Bayu tapi gak ada tanggapan mas.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Mel,percayakan semua pada gue. Yakin deh, Cleo pasti sudah sangat siap. Gue janjiMel, semua akan baik-baik saja…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurbernafas setengah lega. “Aku percaya Mas…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lamabanget sih! Aku nungguin dari tadi, kayak kambing congek tau…” Protes Cleo saatMelur dan Iura menghampirinya dengan senyuman sok manis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Mauprotes atau lihat band yang lagi rekaman?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lihatband dong…” Jawab Cleo cepat. Sudah lama Cleo ingin melihat prosesi rekaman,penasaran dari jaman SD dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalaubegitu ikut gue…” Ajak Iura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Barubeberapa langkah Clo berjalan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cleo?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bayu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Belumsempat Iura mengajak Cleo dan Melur ke studio rekaman, pertemuan yang sudahdinanti-nantikan oleh Iura dan Melur pun terjadi bak adegan sinetron.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adadebaran aneh saat melihat tatapan Cleo ke Bayu dan sebaliknya. Iura langsungmenepis semuanya demi kebaikan Cleo. “Hei kalian saling kenal? Di mana? Yasudah deh, gue tingga dulu ya…” Iura menghampiri Melur yang bersembunyi dibalik tembok. “All is well.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Taklama kemudian di sebuah Café masih di gedung yang sama…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Apakabar?” Tanya Bayu kaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Baik.”Jawab Cleo singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bertahun-tahuntak berjumpa ternyata banyak perubahan. Aku hampir tak mengenalimu, kecualibinar matamu itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotertawa. “Kamu juga berubah, tak ada yang aku kenali dari wajah barumu itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Suaramuterdengar ketus. Maaf kalau aku memaksamu untuk ada di sini…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Biasaaja.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,saat aku menyakitimu tak ada kata maaf yang sempat aku ungkapkan. Jujur aku gakpunya keberanian untuk meminta maaf padamu, tapi sekarang aku sadar kalau semuaini kesalahanku dan aku minta maaf karena menggores luka di hatimu…” Bayumenggenggam jemari Cleo lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akusudah memaafkan kamu.” Cleo menarik tangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cle,semenjak kita bertemu di bandara beberapa minggu yang lalu… aku selalumemikirkanmu dan kenangan kita dulu. Aku menyesal telah menyakitimu. Akusungguh-sungguh menyesal Cle.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akusudah memaafkanmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Andaiaku bisa membalikkan waktu, aku ingin kita seperti dulu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kembaliseperti dulu? Memanfaatkanmu untuk mendekati perempuan lagi? Oh tidak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Akutau kamu marah, kamu benci dan muak padaku. Tapi tolong beri aku kesempatanuntuk menebus kesalahanku, please…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalaumau menebus kesalahan, tebuslah pada Tuhan bukan padaku. Lagipula tidak terjadiapa-apa di antara kita yang mengharuskanmu memperbaikinya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tiba-tibaBayu menaiki kursi dan berteriak. “Cleo! Maafkan aku yang selama inimenyakitimu. Beri aku satu kesempatan untuk menebus semuanya. Aku cinta kamuCleo! Maukah kau menjadi pacarku? Aku sangat yakin, hatimu masih tertaut padakudan itu tergambar di tatapan matamu Cleo…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;SeketikaCafé menjadi sangat riuh, semua orang bersorak agar Cleo menerima dan memaafkanBayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cleo,please…” Pinta Bayu memelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melihatmata Bayu yang begitu mengharapkannya, Cleo pun mengangguk. “Ya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Terimakasih untuk Cle. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu. I love you…” Bayumemeluk Cleo erat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenangis di pelukan Bayu. Tuhan mendengar do’a-do’a-nya, dream comes true. Kinicintanya bersambut, tidak bertemu sebelah tangan seperti dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayumencium kening Cleo. “Aku antar kamu pulang ya sayang…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Oh,jadi ini kontrakan kamu. Hm, besok pagi aku jemput ya! Kita cari kontrakan baruyang lebih berkelas. Masa pacar seorang Bayu Erlangga tinggal di kontrakankumuh seperti ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“TapiBay…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sudah,kamu masuk dan cepetan tidur. Pukul 7 aku jemput sekalian kita sarapan bareng.Good night honey…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Tapibesok aku ujian…” Belum sempat Cleo bicara, mobil Bayu sudah meninggalkan perkarangankontrakannya. “Aku juga gak perlu kontrakan baru karena aku sudah berjanji akantinggal bersama Melur di rumah tantenya.” Cleo memasuki rumah tanpa semangat.Tiba-tiba ada yang begitu menyesakkannya, Cleo menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;MobilBayu melaju cepat di keheningan malam. Di sebuah restoran ia berhenti. Tanpabasa basi Bayu berbicara dengan seorang wanita cantik dan sexy. “Jangan gangguaku lagi! Aku sudah menemukan gadis yang lebih pantas darimu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Oh,jadi gadis kampung itu yang menggantikanku?” Wanita itu mencibir. “Aku pikersainganku seorang artis sekelas Luna Maya, ternyata gadis cupu yang menjelmamenjadi Cinderella. Dengar Bayu Erlangga Junior, seperti apa pun kau merubahnyadia tetap gadis yang sama seperti beberapa tahun lalu. Dia tidak akan pernah bisasetara denganku walaupun penampilannya berubah. Dia tetap Cleopatra yang dulu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Terserah!Aku pastikan dia lebih pantas mendampingku dari pada wanita penipu sepertimu!Sekarang dengarkan aku baik-baik, jangan pernah menggangguku karena aku tidakakan terbujuk rayuanmu untuk ketiga kalinya.” Bayu meninggalkan wanita itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kaupasti akan jatuh kepelukanku, lagi dan lagi…” Kata wanita itu sangat yakin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sayang,kamu cantik deh kalau pakai baju itu.” Bayu mengambil sebuah baju santaiberwarna coklat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Gakah Bay, terlalu sexy membuatku risih.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Cleo,berhenti mencari alasan ini dan itu. Coba kamu lihat sekelilingmu, semua matatertuju padaku. Kenapa? Karena aku seorang superstar. Dan seorang superstarhanya pantas berdampingan dengan wanita cantik, smart dan berkelas. Kamuberuntung berpacaran denganku karena di luar sana bagitu banyak wanita yangingin menjadih kekasihku, mereka lebih segalanya dari kamu. Paham?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Untukkesekian kalinya Cleo mengangguk. Yah, sejak resmi menjadi pacar Bayu otomatiskehidupan Cleo berubah. Mulai dari kontrakan, penampilan, dandanan, makananbahkan pergaulan. Alhasil Cleo tidak bisa seenaknya bertemu dan bercanda denganMelur dan Iura. Hidup Cleo seluruhnya diatur oleh Bayu. Tapi namanya cinta itubuta, Cleo pun membutakan seluruh hatinya walaupun itu sangat menyiksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sayang,kalau sedang bersamaku sebaiknya kamu tidak usah mengangkat telepon.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Tapiini Mama dan Papa…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayumengambil ponsel Cleo, “Tanpa terkecuali.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenelan ludah, pahit!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleoselalu tersenyum setiap mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, di manaBayu menggenggam tangannya mesra dan mengungkapkan semua perasaan cinta.Ternyata do’anya dikabulkan oleh Tuhan, tak sia-sia pengorbanannya selama ini.Kesabarannya membuahkan hasil, Bayu bisa dimilikinya tanpa ada Rachel yangmembayang-bayangi hubungan mereka. Padahal tanpa Cleo sadari, dial ah yangsudah menjadi Rachel versi Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“KenapaLo senyam-senyum sendiri?” Iura melempar tissue bekasnya ke wajah Cleo. Suasanadapur rumah Iura pun jadi gaduh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“MasIura! Aduh… make up-ku jadi rusak deh. Padahal sebentar lagi Bayu maumenjemput, dia pasti marah kalau aku tidak…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurdan Iura saling bertatapan, lalu menatap Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kenapasih pada ngeliatin aku? Ada yang aneh ya?” Cepat-cepat Cleo membuka perlengkapanmake up-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sejakkapan kamu punya ‘itu’?” Tanya Melur seakan-akan make up di tangan Cleo adalahbarang yang menjijikkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Biasaaja kali Lur… ini make up lhoh bukan ganja…” Kata Cleo agak tersinggung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamuaneh!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“AduhMelur… jangan kolot dech! Make up itu hal biasa, bukan sesuatu yang aneh.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Terserahdeh!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melihatsuasana yang mulai memanas, Iura berusaha mendinginkan. “Mau ke mana Cle?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Puncakmas, ada pemotretan untuk cover film terbarunya Bayu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yangdipotret Bayu khan? Kok kamu yang sibuk sih? Baru lima menit kamu di sini sudahmau pergi lagi!” Kata Melur ketus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Itulahmengapa aku malas ke sini, aku malas bertengkar denganmu.” Ucap Cleo tak kalahketus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Ohiya ya aku lupa! Sekarang kamu itu pacarnya Bayu Erlangga yang sedang naikdaun, pastinya lebih asyik bersama superstar dong dari pada di rumah inibersama seorang sahabat yang dilupakan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalaukamu memang sahabat, seharusnya kamu mendukungku dong.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalauaku mendukungmu sama saja aku mengkhianati orang tuamu. Kuliah berantakan,hubungan keluarga dan pertemanan berantakan, semua berantakan hanya gara-garasatu lelaki. Ingat kapan terakhir kamu berbicara dengan mama-papa? Ingat kapanterakhir kita hang out bareng? Ingat berapa banyak janji yang terabaikan?Bahkan ketika mas Iura masuk rumah sakit tak sekalipun kamu bertanyakeadaannya, boro-boro berharap kamu datang. Lalu waktu aku wisuda, tak ada kataselamat, yah aku pun gak berharap kamu datang di tengah-tengah kesibukanmenjadi baby sitter-nya si Bayu. Mungkin pun saat aku mati kamu juga gak akandatang…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamukenapa sih? Kenapa gak pernah sekali pun mendukung hubunganku dengan Bayu? Kamugak senang kalau aku bahagia? Katanya kamu sahabat, bulshit!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Yap!Aku memang sahabat bulshit. Ingat siapa yang membelamu saat disakiti Bayu?Siapa yang mengusap dan memelukku saat kamu sedih? Siapa yang menjagamu tanpasempat terlelap saat kamu sakit? Itu orang tuamu, aku dan mas Iuga. Tapi kamulupa karena saat ini kamu sedang bersenang-senang dengan kekasih idamanmu.Lihat saja nanti ketika kamu dicampakkan, siapa orang yang akan memungut danmembersihkanmu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“What?!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suasanasaat ini bukan hanya panas, tapi bagaikan bom atom yang akan meledak. Makacepat-cepat Iura menengahi pertengkaran Cleo dan Melur. Iura hendak berbicaraketika klekson mobil Bayu menjerit tak sabaran, seperti biasa! Maka Iura yangawalnya dingin, kini mendidih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;“Gak sabaran amat sih tu orang!” Rutuk Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hello…orang itu bernama Bayu, Bayu itu pacarku lhoh…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmelotot. “Seakan-akan pacarmu itu adalah Tuhan yang wajib kamu sembah!” Melurmeninggalkan Cleo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kenapasih dia???” Tanya Cleo pada Iura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Loyang kenapa!” Iura pun meninggalkan Cleo. “Jangan lupa tutup pintu pagar.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangkat bahu seakan-akan tak ada kejadian apapun. “Hai sayang…” Cleo menciumpipi Bayu. “Pergi sekarang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Suasanarestaurant mewah itu tampak romantis dengan lilin putih yang menghiasi setiapsudut ruangan, membuat Cleo semakin kasmaran dengan cinta yang takhenti-hentinya dicurahkan oleh Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Suasananyaromantis sekali…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayumenarik kursi untuk Cleo. “Semua akan aku berikan untuk gadis sehebat kamuCle…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;WajahCleo langsung merona. “Thanks sayang… hm, sebenarnya dalam rangka apa kamumengajakku dinner seromantis ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayudiam, memandang Cleo. “Hm…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Beib,jangan buat aku penasaran dong…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayutertawa, semakin membuatnya bertambah tampan. “Ini untuk kita dan… filmperdanaku…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Apa?”Saking senangnya tak sengaja Cleo menyenggol botol anggur, warna merah anggurtersebut pun mengotori jas putih Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Dasarcewek bego! Kampungan!” Maki Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleoterpana. “Ma…maaf Bay… aku gak sengaja…” Cleo berusaha menggapai jas bayu untukdibersihkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayumenepis tangan Cleo asar. “Ternyata semua yang dikatakan Rachel itu benar! Kamugak pantas buatku. Kamu Cuma cewek bodoh yang bisanya membuatku malu! Shitttt…”Bayu menepis tangan Cleo. “Kamu tau berapa harga jas ini? Gaji kamu selamaseumur hidup sebagai editor di majalah murahan itu gak akan bisa mengganti jasmahal ini! Kamu benar-benar tidak bisa menjadi seperti Rachel!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Airmata Cleo menetes. Dari semua kata-kata kasar Bayu, hanya satu kata yang begitumenyayat hatinya. “Rachel? Kamu masih berhubungan dengan Rachel?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bayutertawa. “Dua tahun yang lalu aku kembali&amp;nbsp;memacari Rachel, kemudian beberapabulan yang lalu kami putus dan akubertemu denganmu. Kamu pasti sangat tau betapa aku terobsesi pada Rachel,makanya aku mengubahmu sepertinya. Tidak sadar? Dasar bodoh! Okelah dari segikecantikan kamu gak kalah dari Rachel, tapi kamu tetap seorang Cleo yang bodohdan kampungan. Sampai kapan pun kamu gak akan mungkin bisa menyaingi seorangmodel papan atas seperti Rachel. Dasar freak! Bodoh! Ternyata hanya Rachel yangpantas bersanding denganku, bukan cewek bodoh seperti kamu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Jadikamu menjadikanku sebagai tumbal untuk kesekian kalinya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalaupeluang itu memang ada, why not??? Semua orang juga melihat cintamu padakubegitu luas, seluas dunia mungkin…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengambil anggur dan mencampakkannya di wajah Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Hey!Apa-apaan ini?!!” Bayu membersihkan wajahnya, namun noda di jas-nya tidak dapatterelakkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kamulihat noda di wajah dan jas mahalmu? Dalam hitungan detik, noda anggur diwajahmu dapat dibersihkan. Tapi noda di jas-mu tidak akan pernah bisadibersihkan dengan apapun. Seperti itulah dirimu. Dua atau tiga tahun lagiwajah dan penampilanmu akan berunah, tapi hatimu tetap kerdil seperti beberapatahun yang lalu. Mengapa? Karena ternyata kamu itu seorang BANCI!!! Kamu BANCIyang hanya bisa menutupi wajah burukmu dengan tebalnya Make Up. Kamu gak lebihdari seorang pemuda bodoh yang bisanya Cuma mencari tameng untuk cinta yangberkali-kali mencampakkanmu! Terima kasih untuk semuanya. Suatu hari kamu akanmenyesal untuk apa yang sudah kamu perbuat padaku, takkan ada maaf dankesempatan lagi!” Cleo berlari keluar restaurant. Saat melihat mobil mewah Bayu,Cleo langsung mengambil batu dan memecahkan kacanya. Cleo tersenyum sinismelihat mobil kesayangan Bayu hancur di tangannya, namun rasanya hati ini lebihhancur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomemandang hamparan perkebunan teh yang ada di hadapannya. Udara sejuk sebuahperkampungan kecil di Kota Bandung mampu membuat rasa sakit di hatinya sedikitberkurang. Ketika mendapati semua orang di kampung itu menerimanya, Cleosejenak melupakan semua kejadian terbodoh yang pernah dia alami. Mungkin disinilah tempat yang tepat bagi Cleo untuk memulai hidup baru bersamaorang-orang yang baru pula. Setidaknya rasa malu terhadap orangtua dan parasahabat bisa dia redam di tempat ini sampai Cleo siap untuk meminta maaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“MbakCleo sudah lama di sini?” Tanya seorang gadis kecil kepada Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotersenyum hangat. “Belum kok. Hm, belajar apa kita hari ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Matematikambak…” Jawab anak-anak lain serempak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cleo tersenyum tulus menghantaranak-anak kurang mampu itu ke jenjang ilmu pengetahuan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Oia, mbak Cleo udah punya pacar?”Pertanyaan lugu seorang bocah kecil menampar hati Cleo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleoterdiam. “Hm, kenapa sayang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Kalaumbak Cleo yang cantik belum punya pacar, aku mau kok jadi pacar mbak Cleo…”Kata si bocah itu tanpa ragu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleotertawa. “Ada-ada saja… mbak terlalu tua untuk kamu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bocahitu menunduk. “Tapi aku suka banget sama Mbak Cleo, habisnya Mbak Cleo cantikdan baik sih…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomemeluk si bocah kecil, sudut matanya berair. Tiba-tiba Cleo teringat akanseseorang yang sangat pantas dijadikannya pacar, bahkan menjadi pendampinghidupnya. Pemuda itulah cinta yang selama ini dia nantikan, walaupun cinta itutak pernah meminta balasan tetapi Cleo yakin kalau cinta itu teramat tulus.Cleo jadi ingin cepat-cepat menemui cintanya itu. Cleo ingin kembali danmenjalani aktivitas seperti dulu, tentunya bersama cinta dan sahabat tersayang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jakarta,tiga bulan kemudian…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Lur,di mana Cleo?” Tanya Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurmenatap Bayu tajam. “Untuk apa mencari Cleo? Belum puas menyakitinya berulangkali? Dasar pengecut!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;“Aku memang pengecut! Aku bodoh karenamenyakiti gadis sebaik Cleo, aku menyesal Lur… izinkan aku bertemu Cleo danmenebus kesalahanku. Aku janji akan membahagiakan Cleo seumur hidupku. Tolongpertemukan aku dengan Cleo… aku sangat mencintainya…” Bayu memelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurtertawa. “Bagaimana rasanya dicampakkan berulang-ulang oleh orang yang sama?Sakit bukan? Sakitnya di bagian mana? Seperti apa rasa sakitnya?” Ejek Melur.“Dan lagi-lagi kamu mencari Cleo untuk mengobati rasa sakit itu. Lalu ketikaCleo kamu campakkan, dia mencari obat di mana? Kamu tau Bayu Erlangga Junior,semenjak kamu membuangnya seperti sehelai tissue bekas, Cleo menghilang. Kamitidak tau bagaimana keadaannya, masih hidupkah? Sekarat atau sudah mati. Takada yang tau. Gara-gara siapa? Gara-gara pengecut sepertimu! Pergilah kau! Akumuak melihatmu! Dari dulu aku ingin mencaci maki dan memukulmu, tapi semuasia-sia karena Cleo tidak ada di sini. Pergi!!!” Melur mendorong Bayu sekuattenaga. Di saat genting seperti ini, Iura tidak ada di tempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Melur,biarkan aku bertemu Cleo. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Please…” Bayumengemis sedikit kesempatan dan kebaikan hati Melur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“KalaupunCleo mau menerimamu, aku orang pertama yang akan menghalangi kalian! Pergi darihadapanku sekarang juga atau aku teriak maling!” Ancam Melur, tapi Bayu taksedikit pun begeming apalagi takut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Maling!!!”Teriak Melur berulang kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Entahberapa belas orang menghampiri Melur, tanpa bertanya mereka membawa Bayu ketengah jalan. Ternyata ada belasan warga yang sudah menunggu, selanjutnya Melurtak tau apa yang terjadi. Dan Melur cukup lega karena berita di infotaiment,Bayu masih hidup beberapa tulangnya patah. “Say goodbye untuk karirmu Bayu!”Melur tersenyum sinis. “Cleo, entah apa reaksimu bila melihat berita ini.Semoga sakit hatimu sedikit terobati. Pulanglah Cleo… kami semua merindukanmu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;“Melur…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“LihatlahCle bagaimana aku merindukanmu sampai-sampai aku berkhayal kau sedangmemanggilku…” Melur mengusap air matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Melurrrrrini aku, Cleo…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurterperanjat kaget saat berbalik dan mendapati sosok cantik Cleo tersenyum dihadapannya. “Beneran kamu Cle?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“MasIura! Cleo pulang!” Jerit Melur. “Alhamdulillah kamu pulang Cle…” Melur memeluksahabatnya erat seakan takut Cleo menghilang lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Luraku gak bisa nafas…” Cleo meringis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melurtertawa. “Jangan pernah lari lagi dari masalah ya Cle…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomengangguk. Dan mereka pun berpelukan erat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Takjauh dari situ, Iura menatap Cleo dan Melur dengan senyuman di bibir. Iurayakin pada suatu hari Cleo akan kembali dan tersadar bahwa cintanya-lah yangpantas disandang, karena Ia mencintai Cleo tanpa pamrih. Tanpa harus membuatCleo menjadi yang Ia mau, tanpa harus membuat Cleo mencintainya dan tanpa harusmembuat air mata di pipi Cleo. Karena cinta itu begitu indah kalau harusdinodai oleh pengkhianatan seperti yang ditawarkan oleh Bayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleopun sadar bukan Bayu yang dia cintai. Bayu hanya obsesinya terhadap seorangpemuda yang menjadi penolongnya bertahun-tahun lalu. Selama ini Cleo tidakpernah sekalipun merasa nyaman bersama Bayu karena Cleo tidak pernah bisamenjadi dirinya sendiri, obsesi Bayu pada Rachel membuatnya merubah Cleoseperti Rachel. Wajah, penampilan dan sifat memang bisa sekejab saja dirubah,namun jati diri dan hati seseorang takkan mudah dirubah. Seperti apapun usaha itu,Cleo tetap lah Cleo dan tidak akan bisa menjadi seorang Rachel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cleomenghela nafas, menghempaskan semua beban dan sakit hatinya. “Bye… bye Bayu…”Ia tersenyum manis pada Iura. Amat sangat manis!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;©©©&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6719679367289342383-2782541770717928886?l=batoens.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batoens.blogspot.com/feeds/2782541770717928886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6719679367289342383&amp;postID=2782541770717928886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/2782541770717928886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/2782541770717928886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batoens.blogspot.com/2011/12/bayu-and-by-you.html' title='Bayu and By You'/><author><name>Olive Safcha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00926014801997373431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-nCrbBgQCQZw/TuDdOJJlNMI/AAAAAAAAACU/oVNUuLZpITw/s220/gaiiyaa281.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9X1AaL0GH1E/TuD0VQk-PzI/AAAAAAAAAE4/qpeZ0MldZKQ/s72-c/VqL1ENO9Imw4eyqiaypA4j2eo1_500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6719679367289342383.post-6019827135472522289</id><published>2008-08-30T16:49:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T01:04:18.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pengorbanan Cinta</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8ayDKnxSeEc/TuDyK0xKVgI/AAAAAAAAAEg/6tUbL9oNpOE/s1600/images+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-8ayDKnxSeEc/TuDyK0xKVgI/AAAAAAAAAEg/6tUbL9oNpOE/s1600/images+%25281%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dalam diammu ku terpana&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dalam senyummu ku terbuai&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dalam tawamu ku bahagia&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dalam cintamu ku merana&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Diammu indah&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Senyummu hiasan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tawamu mahligai&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Cintamu kepahitan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Sungguh ku takkan lelah&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Walau ku merana, penuh kepahitan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Ku tetap cintaimu…&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Walau kau hanya angin lalu!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6719679367289342383-6019827135472522289?l=batoens.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batoens.blogspot.com/feeds/6019827135472522289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6719679367289342383&amp;postID=6019827135472522289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/6019827135472522289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/6019827135472522289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batoens.blogspot.com/2008/08/pengorbanan-cinta.html' title='Pengorbanan Cinta'/><author><name>Olive Safcha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00926014801997373431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-nCrbBgQCQZw/TuDdOJJlNMI/AAAAAAAAACU/oVNUuLZpITw/s220/gaiiyaa281.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8ayDKnxSeEc/TuDyK0xKVgI/AAAAAAAAAEg/6tUbL9oNpOE/s72-c/images+%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6719679367289342383.post-6594589325521234684</id><published>2008-08-30T16:47:00.000+07:00</published><updated>2011-12-09T01:04:38.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ANGIN</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-e0eXDgyc_oI/TuDyXZOdNKI/AAAAAAAAAEo/BiaHwhKQmDs/s1600/fall_in_love_by_miakis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/-e0eXDgyc_oI/TuDyXZOdNKI/AAAAAAAAAEo/BiaHwhKQmDs/s200/fall_in_love_by_miakis.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-family: Jokerman; font-size: 26pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Angin itu indah&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Angin itu rupawan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Angin itu bijaksana&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Angin itu menakjubkan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Angin itu tak terduga&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak ada yang tau pasti&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Ke mana tujuan angin&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Karena ngin tak tentu arah&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Karena angin bukan milik siapa-siapa&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Karena angin hanya milik Tuhan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Aku mencintai sang angin&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dengan segenap hati&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Seluruh jiwa ragaku&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Aku mengagumi angin&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Walau ia tak pernah menyapa&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Karena ia bebas ke mana saja&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Aku cinta sang angin&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Walau ia takkan jadi milikku&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Walau ia bukan untukku&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tapi apapun yang terjadi&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Aku takkan berpaling ke lain hati&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Cintaku hanya untukmu…&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;ANGIN!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6719679367289342383-6594589325521234684?l=batoens.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batoens.blogspot.com/feeds/6594589325521234684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6719679367289342383&amp;postID=6594589325521234684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/6594589325521234684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/6594589325521234684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batoens.blogspot.com/2008/08/angin.html' title='ANGIN'/><author><name>Olive Safcha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00926014801997373431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-nCrbBgQCQZw/TuDdOJJlNMI/AAAAAAAAACU/oVNUuLZpITw/s220/gaiiyaa281.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-e0eXDgyc_oI/TuDyXZOdNKI/AAAAAAAAAEo/BiaHwhKQmDs/s72-c/fall_in_love_by_miakis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6719679367289342383.post-3559525508948121748</id><published>2008-08-30T16:46:00.000+07:00</published><updated>2011-12-09T01:04:54.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tertipu Wajah Cinta</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1G8UrD0CoXY/TuDyjTdrDnI/AAAAAAAAAEw/yCeU32ZRi5I/s1600/images+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-1G8UrD0CoXY/TuDyjTdrDnI/AAAAAAAAAEw/yCeU32ZRi5I/s1600/images+%25282%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Senyum manis tersimpul&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Di balik wajah lugunya&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tawa riang menggema&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Alunan suara berirama&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Merdu nasehat terdengar&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Kata-kata penuh makna terjaga&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Terbuai aku dan tergoda&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Semua khayalan di depan mata&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Malam ini aku tertawa&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Esok malam ku menderita&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Ternyata kau yang aku cinta&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Pandai bersandiwara&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Apakah gerangan yang terjadi&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Kenapa cintaku dikhianati&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Kasih sayangku didustai&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Kau tipu diriku ini&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Mungkin aku yang berdosa&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Atau kau yang bersalah&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Karena ternyata wajah indah&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Kata-kata bak mahligai&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Perlakuan alangkah rupawan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak seperti kenyataan&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Sungguh aku kecewa&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Aku tertipu wajah cinta&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Kini aku semakin kecewa&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Selamanya…&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6719679367289342383-3559525508948121748?l=batoens.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batoens.blogspot.com/feeds/3559525508948121748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6719679367289342383&amp;postID=3559525508948121748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/3559525508948121748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6719679367289342383/posts/default/3559525508948121748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batoens.blogspot.com/2008/08/tertipu-wajah-cinta.html' title='Tertipu Wajah Cinta'/><author><name>Olive Safcha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00926014801997373431</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-nCrbBgQCQZw/TuDdOJJlNMI/AAAAAAAAACU/oVNUuLZpITw/s220/gaiiyaa281.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1G8UrD0CoXY/TuDyjTdrDnI/AAAAAAAAAEw/yCeU32ZRi5I/s72-c/images+%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
